hero
Ilustrasi mobil ambulans. (ANTARA FOTO)

EDITOR : OCTOBRYAN

17 April 2020, 16:00 WIB

INDONESIA

Ika Dewi Maharani, menjadi  satu-satunya sukarelawan medis perempuan di bawah naungan Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, yang bertugas sebagai supir ambulans.

Tekad Ika makin membulat ketika melihat angka penderita COVID-19 di Jakarta yang makin tinggi. Ika menyadari, pertumbuhan itu akan tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang tersedia.

Ika Dewi Maharani relawan yang menjadi supir ambulans di Rumah Sakit Universitas Indonesia. (Dok. BNPB)

"Dengan keahlian yang saya miliki, saya bisa menyetir, saya basic perawat, dengan kemampuan yang saya punya, saya harus melayani," ujar Ika dalam konferensi pers secara daring di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Menangani pasien di rumah sakit menjadi hal biasa bagi Ika, namun mengantarkan pasien ke rumah sakit menjadi persoalan lain. Dia mengaku menjadi supir ambulans merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya.

Petugas pemakaman menurunkan jenazah pasien COVID-19 dari mobil ambulans saat akan dimakamkan di pemakaman Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

"Untuk ambulans baru pertama kali di dalam hidup saya, tapi ya gitu, ternyata di ambulans tidak semudah yang kita bayangin," kata Ika.

Ika bercerita, banyak pengguna jalan yang tidak peka ketika ia sedang mengantar pasien menggunakan ambulans. Meski begitu, ia merasa beruntung jika bertemu dengan pengguna jalan yang "aware" dengan ambulans.

"Jadi kita tetap dengan cepat membawa pasien ke tempat yang dirujuk," ujar gadis asal Maluku Utara ini.

Petugas berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Mengemban tugas untuk mengantarkan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pun pasien positif COVID-19 membuat Ika berisiko besar terinfeksi virus corona.

Dalam menjalankan tugas dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Ika mengatakan "safety" adalah kunci utama. Menggunakan alat perlindungan diri (APD) menjadi wajib bagi Ika sebelum berangkat bertugas. Tidak hanya agar dirinya aman, tetap juga agar para pasien tetap aman.

Petugas kepolisian menggunakan alat pelindung diri (APD) menyemprotkan disinfektan di mobil ambulance yang membawa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk dimakamkan di Medan, Sumatera Utara, Senin (30/3/2020). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Meski telah mengenakan APD, sebagai manusia biasa, Ika mengaku perasaan takut ada dalam dirinya, namun semangat kemanusiaan yang dia rasakan jauh lebih tinggi.

"Rasa takut ada pasti, cuma ini harus kita lihat lagi, ini adalah tugas bagi kita sebagai relawan medis, kita harus menangani pasien dari awal sampai akhir pasien itu kita harus tangani," ujarnya.

Tim medis bersiap menaiki mobil ambulans di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/4/2020). Menteri Kesehatan menyetujui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar dalam percepatan penanganan COVID-19. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Untuk menjaga imunitas tubuh sebagai cara untuk melawan virus corona, di tengah shift 12 jam yang dia jalani, Ika selalu menyempatkan diri untuk makan teratur dan istirahat yang cukup.

"Shift pagi dari jam 7 sampai jam 7 malam, itu pertama harus makan dulu. Selesai absen kita makan, ada panggilan untuk kita rujuk, setelah itu selesai, baru kita makan, yang penting makan harus sehari tiga kali, multivitamin, dan susu," kata ika yang bergabung dalam Asosiasi Profesi Perawat Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).

(BACA JUGAIni Beda Spesifikasi Masker Bedah dan N95 Menurut Kemenkes RI)

Dengan usaha terbaiknya mengabdikan dirinya sebagai sukarewalan COVID-19, Ika berharap pandemi tersebut dapat segera berakhir.

"Dengan kita mengabdikan diri sebagai relawan kita harap penanggulangannya ini semakin cepat, jadi bencana ini cepat akan berakhir," ujar Ika.

TIM LIPUTAN

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments