hero
(World of Buzz)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

8 April 2020, 14:27 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Teknologi memang sangat membantu membuat kita saling terhubung selama masa Pandemi COVID-19 ini. Mulai dari rapat kerja, belajar online, atau sekedar panggilan grup untuk tetap berhubungan dengan memanfaatkan aplikasi Zoom. Tapi terlepas dari kemudahan aplikasi, sebuah laporan yang baru-baru ini diterbitkan oleh Washington Post mengungkapkan bahwa ribuan rekaman panggilan video pribadi dibiarkan terbuka, mudah diakses oleh siapa saja di web terbuka.

Laporan mengejutkan menyatakan bahwa video seperti pertemuan bisnis perusahaan tentang catatan keuangan hingga kelas online siswa terungkap dan bisa dilihat oleh siapa saja. Selanjutnya dijelaskan bahwa semua rekaman video Zoom terlalu mudah bagi siapa saja yang ingin mengunduh dan melihat. 

Ada juga bukti dalam laporan yang menunjukkan bagaimana Zoom menggunakan perangkat lunaknya sendiri untuk merekam panggilan video ini dan menyimpannya di sistem penyimpanan online terpisah tanpa kata sandi atau keamanan sehingga video yang bocor tidak memengaruhi mereka yang tetap di dalam sistem aplikasi sendiri.

(World of Buzz)

Namun, klarifikasi penting perlu dibuat. Tidak semua video Zoom direkam, tetapi tuan rumah dari panggilan video ini bisa memilih untuk merekamnya dan menyimpannya di desktop mereka atau server Zoom itu sendiri terlepas dari apakah mereka memiliki izin dari peserta atau tidak. Peserta lain akan menerima notifikasi ketika tuan rumah menekan tombol merekam.

Mantan peneliti Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, Patrick Johnson, mengatakan bahwa Zoom bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mengingatkan pengguna untuk melindungi konten yang direkam. Jackson melalui Twitter-nya berbagi artikel dan menekankan bahwa publik dihimbau hanya merekam panggilan video jika memang benar-benar diperlukan dan selalu mengamankan mereka di mana pun mereka menerima panggilan video grup. 

CEO Zoom, Eric Yuan, mengklaim bahwa aplikasi tersebut telah berhasil mencapai lebih dari 200 juta peserta rapat harian pada bulan Maret. Menanggapi hal ini, perusahaan telah mengeluarkan pernyataan untuk menasihati pengguna agar berhati-hati saat menyimpan video yang direkam.

"Jika host memilih untuk mengunggah rekaman pertemuan mereka di tempat lain, kami mendesak mereka untuk berhati-hati dalam melakukannya dengan peserta rapat, apakah pertemuan tersebut mengandung informasi sensitif,” jelasnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari World of Buzz pada (08/04/20)

ESTHER CRAMER | WORLD OF BUZZ

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments