hero
Seorang pekerja memamerkan hasil produksi masker kain yang dikerjakan industri konveksi rumahan. (NET/Nova)

EDITOR : OCTOBRYAN

8 April 2020, 15:40 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Meski pandemi COVID-19 memukul sendi perekonomian Indonesia, namun hal itu tidak menyurutkan semangat pelaku usaha konveksi untuk terus berinovasi.  Seperti yang dilakukan Budi Efwira, pengusaha konveksi baju gamis rumahan di Pondok Kopi Jakarta Timur ini memutuskan mengubah haluan usaha rumahannya untuk memproduksi masker kain sejak dua pekan lalu.

Budi berharap dengan alih produksi, bisnis yang ia rintis sejak lima tahun terakhir dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19. 

Sejumlah pekerja menjahit pesanan masker kain di industri konveksi rumahan, Pondok Kopi, Jakarta Timur. (NET/Nova)

"Kita biasa produksi gamis. Tapi gamis saat ini tidak ada orderan. Daripada nganggur, kita coba baca peluang ini," ujar pria asal Sumatera Barat kepada NET.Z, Rabu, (8/4/2020).

Budi menjelaskan, masker kain sangat dibutuhkan warga untuk menghindari penularan COVID-19, terlebih pemerintah menganjurkan agar masker medis digunakan untuk para dokter yang menangani pasien di rumah sakit rujukan.

"Selain itu juga ikut membantu pemerintah menjaga stok masker di pasaran," jelasnya.

Pekerja menjahit pesanan masker kain di industri konveksi rumahan, Pondok Kopi, Jakarta Timur. (NET/Nova)

Dibantu tiga pekerja, dalam sehari konveksi rumahan milik Budi mampu memproduksi 35 lusin masker. Ada dua jenis bahan yang dipakai Budi untuk produksi masker kain yaitu Spandex dan Jersey Premium. Harga per lusin dipatok seharga 40 hingga 45 ribu, namun rata rata dijual 40 ribu per lusin. 

"Alhamdulillah, bisa menghidupi keluarga dan menggaji sejumlah pekerja," terang Budi.

(BACA JUGAIngin Ikut Berjuang Lawan COVID-19, Difabel Bikin APD

Budi mengaku saat ini permintaan masker dari konsumen cukup tinggi. Bahkan orderan datang dari konsumen luar Jakarta seperti Makassar, Sulawesi Selatan. Sayangnya, Budi kesulitan mengirim pesanan karena sejumlah ekspedisi tutup operasi akibat pendemi Covid-19. 

"Sebelum barang jadi pesanan udah datang, semoga ada solusi dari pemerintah," tukasnya.

NOVA YULHENDRI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments