hero
Tenaga medis mengambil sampel darah untuk rapid test di Puskesmas Abadijaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (27/3/2020). Pemerintah Kota Depok melaksanakan rapid test yang dilakukan untuk Orang Dalam Pengaw

EDITOR : OCTOBRYAN

7 April 2020, 16:40 WIB

INDONESIA

Sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Indonesia ikut menyediakan layanan pemeriksaan COVID-19 melalui uji antibodi (rapid test) dan pengambilan sampel cairan di tenggorokan (throat swab), demikian kata Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo, di Jakarta, Selasa (7/4/2020). 

"Salah satu peran yang dilakukan puskesmas adalah melakukan pemeriksaan terhadap COVID-19. Metode pemeriksaan yang dilakukan adalah hasil penelusuran terhadap masyarakat yang diduga kontak erat dengan kasus COVID-19 yang positif," terang Bambang dalam sesi jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Seorang ibu dan anaknya mengantre untuk menjalani tes cepat (rapid test) COVID-19 di Puskesmas Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (2/4/2020).  (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Sebelum uji antibodi atau tes swab dilaksanakan, petugas puskesmas akan melakukan wawancara dan pemeriksaan epidemiologi terlebih dahulu ke pasien. Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada indikasi kuat COVID-19, petugas puskesmas akan mengambil darah pasien untuk diuji tingkat antibodi-nya melalui rapid test

"Pengambilan darah dapat dari pembuluh kapiler atau ujung jari. Cara lain adalah melalui swab pada tenggorokan maupun pangkal hidung kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Hasilnya akan diinformasikan kemudian apakah bapak/ibu positif atau negatif," jelas Bambang. 

Sejumlah warga mengikuti tes cepat (rapid test) COVID-19 di Puskesmas Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (2/4/2020). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Bambang melanjutkan, pasien yang tidak menunjukkan gejala sakit berat akan diminta untuk mengisolasi diri dari rumah. Petugas Puskesmas selanjutnya akan memantau kesehatan pasien secara intensif.

"Puskesmas dan rumah sakit setempat akan memberi edukasi, informasi, dan monitor mengenai apa yang harus dilakukan bapak/ibu semua melalui pemanfaatan telepon genggam secara daring," jelas dia. 

Sejumlah pengunjung duduk di kursi yang sudah diatur jaraknya untuk antisipasi terpapar dari wabah COVID-19 di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dumai Kota di Dumai, Riau, Selasa (24/3/2020).  (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Langkah itu dilakukan karena keterbatasan tenaga kesehatan dan kapasitas layanan di puskesmas serta sejumlah rumah sakit untuk menangani pasien COVID-19. 

(BACA JUGA: Jokowi Minta Distribusi Bantuan Sosial Tepat Sasaran)

Pemerintah Indonesia melaporkan per Selasa(7/4) jumlah kasus positif COVID-19 mencapai  2.738 pasien. Dari angka itu, 204 di antaranya dinyatakan sembuh, sementara 221 lainnya meninggal dunia. 

DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif COVID terbanyak, yaitu 1.395 kasus. Dari jumlah itu, 69 pasien sembuh dan 133 wafat.

ANDRE SAPUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments