hero
Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang, Kepuluan Riau (Kepri). (Dok. PUPR)

EDITOR : OCTOBRYAN

7 April 2020, 14:45 WIB

KEPULAUAN RIAU, INDONESIA

Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang, Kepuluan Riau (Kepri) resmi beroperasi, Senin (6/4/2020). Sejumlah tenaga medis dari TNI-Polri, Kementerian Kesehatan, dan beberapa instansi lain serta relawan sudah siap dalam menjalankan tugasnya.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, nantinya rumah sakit ini sementara akan dipergunakan untuk menampung para tenaga kerja Indonesia dari Malaysia dan Singapura. 

Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang, Kepuluan Riau (Kepri). (Dok. PUPR)

"Jika ada yang sakit bisa langsung dirawat di sini, bahkan apabila positif Covid-19, juga bisa langung diisolasi di sini,” kata Yugo Margono kepada NET.Z usai peresmian, Senin, (6/4/2020). 

Yugo menjelaskan, hal ini dilakukan agar bisa membantu rumah sakit lain di Indonesia yang sedang kewalahan menangani ribuan TKI yang mudik. Sementara untuk akses menuju rumah sakit tersebut telah disiapkan tiga buah heliped serta pelabuhan laut yang dapat digunakan apabila dalam situasi darurat.

Fasilitas tempat tidur untuk pasien di Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang, Kepuluan Riau (Kepri). (Dok. PUPR)

"Deteksi dilaksanakan di pelabuhan, apabila terindikasi Covid-19 baru diobservasi atau diisolasi di rumah sakit darurat khusus," ujarnya.

Kendati demikian, rumah sakit ini tetap melayani warga Kepri yang memiliki gejala Covid-19 dan ingin memeriksakan diri. Rumah sakit ini juga menerima pasien rujukan dari seluruh rumah sakit yang ada di Kepri.

"Jadi rujukan dari rumah sakit daerah yang di luar Batam akan tetap diterima di sini, dan masyarakat yang langsung ke sini juga akan diterima,” papar Yugo.

Sejumlah ambulance disiagakan di Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang, Kepuluan Riau (Kepri). (NET/Petrus)

Menurut laporan, RS Pulau Galang yang merupakan gabungan renovasi dari eks penampungan pengungsi Vietnam dan bangunan baru tersebut akan memiliki gedung observasi yang dapat menampung 200 tempat tidur dan gedung observasi 1 menampung 50 tempat tidur. Kemudian ada beberapa gedung lainnya yang memiliki total daya tampung hingga 460 pasien.

(BACA JUGA: Ingin Ikut Berjuang Lawan COVID-19, Difabel Bikin APD)

Sebagai mobilisasi, RS ini juga dilengkapi fasilitas Helipad untuk darurat melalui udara dan dermaga yang mendukung kesiapan pelayanan pasien dan lainnya melalui jalur laut. Sedangkan jarak RS dari Kota Batam adalah kurang lebih 30 menit perjalanan melalui darat.

Kemudian untuk penunjang sarana dan prasarana, termasuk alat kesehatan, peralatan medis dan lainnya, TNI telah memobilisasi kebutuhan tersebut melalui Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, maupun dari BNPB.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments