hero
(NET/Sigit Pamungkas)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

7 April 2020, 12:34 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Di tengah pandemi COVID-19 yang melanda, justru hal ini semakin membuat banyak orang tergerak untuk saling membantu. Seperti penyandang disabilitas yang tergabung dalam Koperasi Simpan Pinjam Bank Difabel di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Seolah tidak ingin ketinggalan untuk ikut berjuang melawan COVID-19, mereka gotong royong membuat alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis. Dengan keterampilan menjahit yang dimiliki, sepuluh orang penyandang disabilitas ini turun tangan membuat APD bagi tenaga medis.

Awalnya mereka mendapat tawaran untuk membuat 800 unit APD dari salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Kemudian para penyandang disabilitas ini menyanggupi untuk membuatnya. APD ini dibuat sesuai standar keamanan medis oleh 10 orang yang dikerjakan di rumah masing-masing penjahit sebagai bentuk penerapan social distancing.

(NET/Sigit Pamungkas)

“Untuk (APD) yang ini memang satu jenis memang satu kali pakai, dan istilahnya kainya mereka sendiri,,kita di bidang jasanya aja, spoon bond, kain spoonbond ini hanya satu kali pakai. Tetapi yang akan datang akan pakai pasut yang bisa di cuci. Tapi sementara kita harus mengerjakan yang ini dulu, kita mengerjakan borongan. Jadi mereka memberikan kainnya saja, kita mengerjakannya sampai jadi,” ujar Iswanto, salah satu penjahit.

(NET/Sigit Pamungkas)

Dalam sehari, satu penjahir bisa mengerjakan 7-10 APD. Meski bukan buatan pabrik, namun APD hasil jahitan para difabel ini dinilai sesuai standar minimal, terlebih mereka mendapat supervisi dokter dari rumah sakit yang memesan. Selain membantu penanganan COVID-19, pembuatan APD ini juga mampu menggerakkan UMKM yang tengah lesu diterpa pandemi.

(NET/Sigit Pamungkas)

“Inilah kesempatan bagi pelaku UMKM terutama difabel untuk gotong royong untuk bisa sama-sama mendukung apa yang dilakukan pemerintah. Salah satunya untuk membuat APD yang nanti dipakai dokter atau medis. Kalau standarisasinya kita disupervisi dari pihak rumah sakit,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi.

Para penyandang disabilitas ini berharap lewat pembuatan APD ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk ikut membantu penanganan COVID-19 sesuai dengan kemampuan masing-masing.

SIGIT PAMUNGKAS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments