hero
Relawan menunjukan brosur sosialisasi waspada COVID-19 sebelum ditempelkan di pemukiman padat penduduk, Kelurahan Cisalak, Kota Depok Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

EDITOR : OCTOBRYAN

6 April 2020, 13:30 WIB

DEPOK, INDONESIA

Sebanyak 741 Kampung Siaga Covid-19 telah terbentuk di Kota Depok, Jawa Barat. Salah satu fungsinya adalah terkait pendistribusian logistik kepada warga dengan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang melakukan isolasi mandiri.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebutkan, sejak dideklarasikan pada 2 April 2020 lalu, sampai hari ini sudah terbentuk 741 Kampung Siaga Covid-19 dari total sekira 924 RW atau sudah terbentuk 80,2 persen di sejumlah wilayah Kota Depok.

Seorang warga menjaga akses pintu masuk yang ditutup di Perumahan Koperasi, Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020). Sejumlah perumahan di kawasan tersebut memberlakukan akses satu pintu masuk dan menutup pintu lainnya untuk masyarakat umum sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Dadang menjelaskan, untuk bantuan logistik kepada warga yang isolasi mandiri, sudah dikoordinasikan oleh Dinas Sosial dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, bekerjasama dengan camat dan lurah.

“Kita akui bahwa pendistribusian logistik saat ini masih belum menyeluruh. Semoga dengan terbentuknya Kampung Siaga Covid-19 ini dapat secara cepat dalam pendistribusian logistik kepada mereka yang isolasi mandiri,” ujar Dadang melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut Dadang menuturkan, menindaklanjuti kebijakan pembentukan Kampung Siaga Covid-19 berbasis RW, saat ini sedang berproses pembentukan Kampung Siaga Covid-19 yang tersebar di 11 Kecamatan di Kota Depok.

Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan pengecekan kepada pengguna kendaraan saat tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem "drive thru" di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

“Ini berdasarkan dengan panduan yang sudah ditentukan dalam instruksi Wali Kota Depok dan surat edaran Wali Kota Depok tentang pembentukan Kampung Siaga Covid-19.” tukasnya

Kampung siaga corona adalah pendekatan karantina yang dipilih oleh pemerintah Kota Depok sebelum ditetapkan sebagai daerah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hingga kini, PSBB sendiri masih dalam kajian pemerintah kota.

(BACA JUGAPresiden Filipina Perintahkan Tembak Mati Pelanggar Lockdown)

Diketahui, status PSBB merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020. Dalam Pasal 1 PP tersebut Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Selanjutnya pada Pasal 6, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar diusulkan oleh gubernur/bupati/walikota kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments