hero
(World of Buzz)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

6 April 2020, 09:05 WIB

FILIPINA

Menyebarnya kasus Covid-19 yang melanda negara-negara di dunia, membuat sejumlah pemimpin negara mau tidak mau harus menghadapi situasi mengerikan ini. Berbagi cara dilakukan untuk meredam wabah yang berasal dari Wuhan, China ini. Kalau Indonesia menghimbau warganya untuk menerapkan social distancing, beda dengan Filipina yang telah menerapkan lockdown. 

Bahkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memperingatkan para pelanggar peraturan  lockdown bisa ditembak mati jika menyebabkan masalah. Presiden Duterte menekankan bahwa sangat penting bagi semua orang untuk bekerja sama dan mengikuti peraturan karantina di rumah. 

Ketika pihak berwenang berupaya memperlambat penyebaran penularan Covid-19 dan menyelamatkan sistem perawatan kesehatan, masyarakatnya diminta untuk tetap berada di dalam rumah. Tujuannya agar rantai penyebaran Corona segera diputus. 

"Perintah saya kepada polisi dan militer, jika ada masalah kemudian mereka melawan dan nyawamu dalam bahaya, tembak mereka sampai mati. Apakah bisa dipahami? Mati. Daripada menyebabkan masalah, saya akan mengubur," ungkap Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, Rabu (01/04/2020), seperti dikutip dari World Of Buzz.

Pernyataan mengejutkan ini dibuat beberapa jam setelah sekitar 20 orang yang berasal dari permukiman kumuh Manila ditangkap polisi. Mereka menggelar aksi protes dan menuduh pemerintah Filipina gagal menyediakan bantuan buat warga miskin. 

Hingga saat ini jumlah pasien positif Corona di Filipina mencapai 3.246. Dari jumlah tersebut 152 meninggal dunia, sementara 64 lainnya sembuh. 

ESTHER CRAMER | WORLD OF BUZZ

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments