hero

EDITOR : OCTOBRYAN

3 April 2020, 17:25 WIB

INDONESIA

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mencatat jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia telah mencapai 134 orang, sedangkan kasus positif menjadi 1.986 orang, sementara meninggal 181 orang hingga Jumat (3/4) pukul 12.00 WIB.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 196 kasus. Sehingga total menjadi 1.986 orang," ungkap Yuri dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Yuri menunjukkan DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif terbanyak, yaitu 971 jiwa per 3 April. Setelah DKI Jakarta, ada Jawa Barat dengan 225 pasien, Banten dengan 170 pasien positif,  Jawa Timur dengan 155 pasien, Jawa Tengah 114 pasien.

Data hasil penambahan tersebut, kata Yuri, didapatkan melalui pemeriksaan melalui laboratorium yang dilakukan pemerintah setelah memeriksa 7.924 spesimen Covid-19 dari 32 Provinsi, termasuk di dalamnya 120 kabupaten/kota.

Data jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia. (BNPB)

Pemeriksaan spesimen tersebut sekaligus menjadi salah satu kunci di dalam pemutusan rantai penularan covid-19 dengan menemukan kasus baru di tengah masyarakat, sehingga pihaknya dapat melakukan pencegahan secara maksimal.

“Oleh karena itu, kita akan memperbanyak lagi fasilitas penguji untuk pemeriksaan covid-19 ini,” ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penangguangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (3/4).

Berdasarkan informasi yang diperoleh NET.Z, saat ini sudah ada 48 laboratorium yang digunakan pemerintah untuk melakukan tes terhadap sampel corona yang dikirim dari rumah sakit. 

Petugas mengamati sampel swab spesimen saat swab test di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Kamis (2/4/2020). Pemerintah Kota Tangerang melaksanakan swab test yang dilakukan untuk tenaga medis dan orang dalam pemantauan (ODP). (ANTARA FOTO/Fauzan)

Pemerintah juga mengaktifkan beberapa alat diagnostik yang semula dipakai untuk pemeriksaan TBC, yang ternyata secara teknologi bisa dikonversi untuk digunakan melaksanakan pemeriksaan covid-19.

“Ini cukup banyak jumlahnya dan tersebar di seluruh wilayah tanah air, namun masih diperlukan beberapa konversi dari mesin dan kemudian beberapa setting. Kita akan bekerja keras untuk mengejar ini semua,” kata Yuri.

(BACA JUGA: Pemerintah Mulai Gratiskan Listrik, Bagaimana Skemanya?)

Yuri juga mengingatkan Indonesia telah memasuki musim pancaroba yang berpotensi menimbulkan wabah penyakit Demam Berdarah. Masyarakat diimbau agar dapat melakukan upaya pencegahan sehingga tidak memperburuk kondisi di tengah pandemi Covid-19.

“Saya ingatkan pada musim pancaroba di bulan bulan April-Mei secara statistik kita masih sering menunjukkan peningkatan kasus demam berdarah. Oleh karena itu, jangan sampai ini memperburuk kondisi pandemik covid-19," jelasnya.

TIM LIPUTAN

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments