hero
(FACEBOOK/Herman Sudil)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

1 April 2020, 11:43 WIB

MALAYSIA

Pemerintah Malaysia memperpanjang lockdown hingga (14/04/20) mendatang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selama periode ini, perjalanan antara Singapura dan Malaysia dibatasi secara drastis. Akibat kebijakan ini, muncul kisah haru yang datang dari pemilik akun Facebook Herman Sudil. Unggahan pada (29/03/20) itu berkisah tentang ibunya yang lanjut usia dan harus melakukan perjalanan sekitar empat jam dari Johor Bahru ke Singapura. 

Menurut Herman, yang tinggal di Johor Bahru, ibunya yang hampir berusia 66 tahun pergi ke ke Malaysia dua minggu lalu untuk membantunya merawat bayinya yang berusia tiga bulan, sementara istrinya menjalani operasi. Tetapi setelah itu Herman mendengar bahwa ayahnya yang berusia 80 tahun jatuh sakit dan membutuhkannya bantuan ibunya. 

(FACEBOOK/Herman Sudil)

Untuk itu, sang ibu memutuskan kembali ke Singapura untuk menjaga ayahnya meskipun suaminya meyakinkan bahwa dia tidak perlu kembali. Sayangnya, setelah pemberlakuan lockdown, tidak ada kendaraan yang bisa masuk atau meninggalkan Malaysia. 

Karena itu, ibu Herman, yang memiliki masalah kaki dan lutut harus berjalan jauh dari bea cukai Johor Bahru ke Singapura. Herman juga mengklarifikasi bahwa ini adalah pertama kalinya sang ibu harus melakukan perjalanan melewati jalan layang dengan berjalan kaki, karena dia sebelumnya selalu menggunakan mobil jika ke Singapura.

(FACEBOOK/Herman Sudil)

Menurut Herman, ibunya ditemani oleh keponakan Herman yang berusia 20 tahun saat berjalan kaki ke Singapura. Sang keponakan bertugas membawa koper dan memberikan kabar tentang kondisi ibunya kepada Herman melalui video call setiap beberapa menit.

Herman mengatakan kepada kantor berita Astro Awani, bahwa ibunya membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menyeberangi Causeway, karena harus berhenti setiap beberapa menit untuk beristirahat. Dia memulai perjalanannya dari Bea Cukai Johor Bahru pada pukul 17.00 dan baru mencapai Boon Lay di Singapura pada pukul 21.30 waktu setempat.

Untungnya, dua staf Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan membantu membawa sang ibu ke kantor imigrasi dengan kursi roda setelah ia tiba di bea cukai Singapura. Dia kemudian pulang untuk menjalani karantina mandiri 14 hari di rumah.

ESTHER CRAMER | MOTHERSHIP.SG

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments