hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

31 Maret 2020, 18:24 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo resmi menetapkan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat untuk mengatasi pandemi virus Corona. Jokowi juga menerbitkan Peraturan Pemerintah Pembatasan Sosial Skala Besar. 

"Pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai penyakit yang menimbulkan kedaruratan masyarakat oleh karenanya pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat, sehingga opsi yang kami pilih adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Selasa, (31/3/2020).

Jokowi menjelaskan, keputusan ini ditetapkan Menteri Kesehatan yang berkoordinasi dengan Gugus Tugas dan Kepala Daerah. Dasar hukum ini diatur dalam UU Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018. Dengan terbitnya PP dan Keputusan Presiden tentang Kedaruratan Kesehatan Masyarakat ini, Kepala Daerah diminta tak membuat kebijakan sendiri-sendiri. 

"Harus dalam koridor masing-masing berkoordinasi dengan pusat, jangan membuat kebijakan sendiri-sendiri," kata Jokowi.

(Dok. Biro Pers)

Polri, kata dia, juga bisa mengambil kebijakan yang dibutuhkan. Jokowi menyebut menyebutkan opsi Pembatasan Sosial Skala Besar diambil karena Indonesia sudah belajar dari pengalaman negara lain yang menetapkan lockdown atau karantina wilayah. Namun, Indonesia tidak bisa menerapkan kebijakan lockdown, karena setiap negara memiliki ciri khas masing-masing. 

"Baik itu luas wilayah, jumlah penduduk, kedisiplinan, kondisi geografis, karakter dan budaya, perekonomian masyarakat, kemampuan fiskal, dan lainnya," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, inti kebijakan tersebut adalah mengendalikan penyebaran Corona dan mengobati masyarakat yang terpapar penyakit. Selain itu, pemerintah menyiapkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat di lapisan bawah. Kemudian, pemerintah berupaya menjaga dunia usaha, khususnya UMKM. 

"Pada kesempatan kali ini saya akan fokus pada penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah, termasuk total tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp405,1 Triliun" kata Jokowi.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments