hero
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meninjau kesiapan hotel yang akan menjadi akomodasi bagi tenaga medis dan gugus tugas dalam pen

EDITOR : OCTOBRYAN

31 Maret 2020, 15:35 WIB

INDONESIA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meninjau untuk memastikan kesiapan hotel yang akan menjadi akomodasi bagi tenaga medis dan gugus tugas yang menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah COVID-19.

Wishnutama usai jumpa pers penyerahan sarana akomodasi untuk mendukung Satgas COVID-19 di Gedung BNPB, Sabtu (28/3/2020), melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi Novotel Cikini, Jakarta, untuk meninjau persiapan akhir pihak hotel dalam menyiapkan akomodasi bagi tenaga medis dan gugus tugas.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio (kiri) berjalan bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (kanan) sebelum memberikan keterangan terkait penanganan kasus COVID-19 di Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Pemerintah akan memberikan fasilitas hotel dan transportasi gratis bagi 1100 tenaga medis penanganan virus corona. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Wishnutama memastikan seluruh prosedur yang akan diberlakukan terhadap tenaga medis yang akan diinapkan di hotel itu. Dimulai dari melewati disinfection chamber, pengukuran suhu tubuh, serta penyediaan sarana hand sanitizer di area masuk lobby hotel.

Setelah itu, Menparekraf yang didampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Pemasaran Nia Niscaya, dan Juru Bicara untuk Satgas COVID-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ari Juliano Gema, kemudian melihat proses check in di area lobby. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meninjau kesiapan hotel yang akan menjadi akomodasi bagi tenaga medis dan gugus tugas dalam penanganan wabah COVID-19, Sabtu (28/3/2020). (MENPAREKRAF)

Dalam proses ini, hotel menerapkan konsep physical distancing dengan ketat termasuk meminimalisasi kontak fisik. Tenaga medis dan anggota gugus tugas yang sebelumnya sudah didaftarkan oleh pihak rumah sakit rujukan untuk menginap hanya diminta menunjukkan foto identitas diri melalui layar telepon genggam mereka agar disesuaikan dengan data yang ada dan selanjutnya diinformasikan nomor kamar. 

Setelah mendapat nomor kamar, selanjutnya tenaga medis berjalan menuju selasar lobby menuju meja-meja yang telah diletakkan kunci kamar sesuai dengan nomor kamar dan lantai.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meninjau kesiapan hotel yang akan menjadi akomodasi bagi tenaga medis dan gugus tugas dalam penanganan wabah COVID-19, Sabtu (28/3/2020). (MENPAREKRAF)

Saat menunggu di depan lift, pihak hotel juga sudah menyiapkan tanda untuk physical distancing. Begitu juga di dalam lift. Di setiap tahapan itu juga selalu tersedia hand sanitizer.

"Saya sudah keliling dan melihat langsung persiapannya, dimana alasan yang terpenting untuk kami bekerja sama dalam program ini adalah jaringan hotel harus memiliki standarisasi yang sudah ditetapkan, agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi tenaga medis yang tinggal di sini nanti dan juga bagi pekerja hotelnya,” kata Wishnutama.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  meninjau kesiapan hotel yang akan menjadi akomodasi bagi tenaga medis dan gugus tugas dalam penanganan wabah COVID-19, Sabtu (28/3/2020). (MENPAREKRAF)

Untuk segala kebutuhan tenaga medis selama menginap, pihak hotel juga menyiapkan semuanya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan WHO dan Kementerian Kesehatan. Dari makanan, laundry pakaian, serta staf yang bertugas juga telah disiapkan dengan menggunakan perlengkapan yang lengkap. Semuanya sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan.

“Saya cek langsung bagaimana cara mengambil kunci kamar dengan aman, mengambil makanan dengan aman, juga laundry dengan aman. Itu semua faktor yang perlu kita perhatikan dan menjadi salah satu syarat utama kita,” kata Wishnutama.

(BACA JUGAApa yang Akan Terjadi Jika Darurat Sipil Benar Diberlakukan?)

Ia menegaskan kerja sama ini adalah tahap awal, sehingga diharapkan sistemnya bisa terbentuk dengan baik agar dapat diduplikasi ke daerah-daerah nantinya.

“Karena kerja sama ini tidak hanya masalah tempat tinggal, tapi kita juga bekerja sama dengan perusahaan seperti Bluebird Group, Antavaya, White Horse, serta Panorama untuk penyediaan transportasi,” kata Wishnutama.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments