hero
Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Kementerian Perhubungan mengimbau agar warga membatalkan niatnya pulang kampung, unt

EDITOR : OCTOBRYAN

30 Maret 2020, 16:50 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas antisipasi mudik Idul Fitri melalui telekonferensi, Senin (30/3/2020). Dalam rapat tersebut, Jokowi berbicara soal mudik dini yang dilakukan oleh masyarakat terkait pandemi virus Corona. 

"Laporan yang saya terima dari Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Presiden Joko WIdodo memimpin rapat terbatas antisipasi mudik Idul Fitri melalui telekonferense dengan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). (BIRO PERS)  

Jokowi melanjutkan, dalam catatan yang diterima dari kepala daerah ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.

"Ini belum dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainnya misalnya kereta api maupun kapal, dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi," imbuhnya.

Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Kementerian Perhubungan mengimbau agar warga membatalkan niatnya pulang kampung, untuk mencegah penyebaran COVID-19. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Mudik saat Idulfitri atau Lebaran merupakan tradisi yang melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak di Indonesia. Sebagai gambaran, pada tahun 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia.

(BACA JUGA: Milenial Generasi Kunci Cegah Penyebaran Corona)

Hal ini dikhawatirkan akan menambah penyebaran virus corona. Jokowi mengatakan pemerintah saat ini fokus membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain demi mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Ia pun meminta kepala daerah dan kementerian terkait untuk mengambil langkah lebih tegas  untuk membatasi pergerakan warga yang hendak mudik ke kampung halaman.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments