hero
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Maret 2020, 16:55 WIB

INDONESIA

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengumumkan adanya penambahan jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 secara signifikan sejak kemarin hingga Jumat (27/3/2020).

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif yang signifikan sebanyak 153 kasus orang. Maka sejauh ini kasus berjumlah 1046," ucap Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Penambahan 153 kasus, menurut Yuri, berlangsung sejak Kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, pemerintah mengumumkan ada 893 kasus positif virus Corona. 

Yuri menjelaskan, penambahan kasus terbesar ada di DKI Jakarta. Di Ibu Kota ada penambahan 32 kasus pasien virus corona atau Covid-19. penambahan jumlah kasus secara signifikan ini juga tersebar di sejumlah daerah.

Data kasus Corona Indonesia hingga Jumat (2073/2020). (Sumber BNPB)

Hingga kini, DKI Jakarta masih menjadi daerah yang paling terdampak virus corona. Disusul kemudian Jawa Barat. 
Pemerintah juga secara bertahap melakukan rapid test massal. Guna mengetahui kasus positif dan menekan kematian karena virus corona.  
    
Yuri menyebutkan penambahan jumlah kasus yang signifikan menandakan masih banyaknya warga yang mengabaikan social distancing. Dia pun mengimbau kepada masyarakat semakin disiplin menerapkan pola hidup sehat.

Penumpang melintas di spanduk himbauan terkait Penyebaran Virus Corona (COVID-19) di kedatangan terminal Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (27/3/2020). Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan upaya preventif untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) dengan memasang sejumlah spanduk dan pemeriksaan penumpang serta menyeprotkan pembersih tangan (Hand Sanitizer) kepada penumpang  melalui terminal yang merupakan salah satu pintu masuk ke Kota Surabaya. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

"Jaga jarak aman sekitar 2 meter. Jaga jarak ini dilakukan tidak cuma di luar rumah tetapi juga saat berada di dalam rumah" papar Achmad Yutianto.    

Yurianto juga kembali menegaskan masih perlu upaya keras untuk menjaga yang sehat tetap sehat, dan tidak menjadi sakit. Kemudian menjaga yang sakit cepat sembuh, dan tidak menularkan ke orang lain.

(BACA JUGA: Pantau Arab Saudi, Kemenag Siapkan Dua Skema Penyelenggaraan Haji)

Adapun, saat ini ada 46 pasien yang dinyatakan sembuh. Namun, sebanyak 87 pasien yang sebelumnya mengidap Covid-19 meninggal dunia.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments