hero
Kabah (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Maret 2020, 15:15 WIB

INDONESIA

Kementerian Agama terus memantau perkembangan kebijakan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 1441H/2020M. Bersamaan itu, Menteri Agama Fachrul Razi juga menyiapkan dua skenario penyelenggaraan haji, tetap dilaksanakan atau batal.

"Kemenag terus memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji. Kita juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi," ujar Fachrul melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Jumat (27/3/2020). 

Calon jamaah umrah mencari informasi ibadah umrah di kantor pusat Maktour Travel Umrah dan Haji, Jakarta Timur, Kamis (27/2/2020). Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Fachrul menjelaskan, persiapan layanan di Arab Saudi terkait pengadaan layanan akomodasi, transportasi darat dan katering terus berjalan. 

Namun, sesuai surat dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, pembayaran uang muka belum dilakukan. Demikian pula untuk penerbangan.

"Proses pengadaan layanan juga terus berjalan hingga kontrak, namun belum ada pembayaran uang muka," tutur Fachrul.

Nasabah menggunakan tablet mengakses informasi pelunasan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH), di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020). PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mengimbau nasabah untuk melakukan pelunasan Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) melalui layanan digital Mandiri Syariah Mobile dan Net Banking di rumah, tetapi jika tetap ingin melunasi ke kantor cabang, harus telah melaksanakan protokol pencegahan penyebaran virus COVID-19 yaitu diantaranya pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker dan hand sanitizer. (ANTARA /FOTO/Audy Alwi)

Di dalam negeri, lanjutnya, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) juga masih berproses. Sampai hari ini, tercatat sudah 83.337 jemaah yang melakukan pelunasan. Untuk tahap awal, pelunasan ini akan berlangsung hingga 30 April 2020.

"Namun jika ternyata haji tahun ini dibatalkan, dana yang disetorkan saat pelunasan, dapat dikembalikan lagi ke jemaah," terang Fachrul.

Fachrul mengimbau para calon jemaah haji agar tetap mengikuti setiap tahapan haji, sembari terus sabar memantau perkembangan di Saudi. 

Petugas memeriksa kesehatan calon jemaah haji yang telah mendapat porsi haji di RSUD Dr Drajat Prawiranegara Serang, Banten, Selasa (10/3/2020). Meski belum ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi, Direktur Bina Umrah dan Haji Kemenag Arfi Hatim menyatakan tahapan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji tetap berjalan dan dilakukan tiga kali untuk memastikan kondisinya benar-benar fit menghadapi ancaman wabah COVID-19. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

"Apapun keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, itu pasti dilakukan bagi kemaslahatan orang banyak, khususnya para calon jemaah haji," pungkasnya. 

Sementara itu, mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, Kemenag sementara menunda pelaksanaan bimbingan manasik haji secara konvensional yang melibatkan kerumunan massa. 

Petugas kebersihan membersihkan tempat air Zamzam menyusul wabah penularan virus korona baru, di Mesjid Raya di kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ganoo Essa)

Kemenag tengah memfinalkan beberapa skenario pelaksanaan manasik, antara lain: distribusi buku manasik ke jemaah agar bisa dijadikan bahan bacaan, memanfaatkan media televisi dan radio untuk proses pembelajaran, menggunakan sarana pembelajaran daring, atau edukasi dan sosialisasi melalui media sosial

"Skema ini sedang difinalkan. Semoga bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini. Pembekalan petugas haji diganti dengan pembekalan daring," jelas Fachrul.

(BACA JUGA: Ini Pesan Terakhir Rasulullah saat Menunaikan Ibadah Haji)

Kementerian Agama juga telah menawarkan penggunaan asrama haji di sejumlah kota besar sebagai tempat isolasi orang atau pasien dalam pengawasan Covid-19. Adapun proses pelaksanaannya akan dilakukan atas koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Pemda, dan pihak terkait lainnya. 

"Aksi ini dimulai dari peminjaman Gedung Utama Asrama Haji Pondok Gede yang mulai awal minggu ini sudah digunakan RS Haji sebagai ruang perawatan pasien dengan status PDP Covid-19," pungkasnya.

TIM LIPUTAN

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments