hero
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Dar

EDITOR : OCTOBRYAN

23 Maret 2020, 12:25 WIB

INDONESIA

Pemerintah menjamin sejumlah tunjangan bagi tenaga medis yang meninggal akibat terpapar COVID-19. Hal ini diungkap Presiden Joko Widodo setelah tinjauannya ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/03) pagi.

"Dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, bidan perawat Rp7,5 juta, tenaga medis lainnya Rp5 juta.
Ini berlaku untuk daerah tanggap darurat," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (kiri) melihat peralatan medis di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jokowi juga mengucapkan belasungkawa bagi dokter maupun petugas medis yang meninggal akibat tertular COVID-19. Di tengah wabah COVID-19, para tenaga medis merupakan garda terdepan yang berjuang melayani dan merawat pasien.

"Beliau-beliau itulah yang telah berdedikasi, berjuang sekuat tenaga mengalahkan virus Corona COVID-19  ini. Atas nama pemerintah, negara dan rakyat, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras, perjuangan dalam mendedikasikan penanganan COVID-19."

Presiden Joko Widodo berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sebelumnya, tiga dokter dikabarkan mengembuskan napas terakhir akibat terinfeksi Corona COVID-19. Adapun tiga dokter tersebut, yaitu dokter spesialis saraf Hadio Ali Khazatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra.

Menurut Jokowi, resiko tinggi yang dihadapi petugas medis, juga diakui karena kelangkaan Alat Perlindung Diri (APD) di banyak Rumah Sakit.  

(BACA JUGASulap Wisma Atlet Jadi RS Corona, Jokowi: Bisa Digunakan Mulai Sore Ini)

Oleh karena itu, ia khawatir hal serupa bisa terjadi pada dokter atau tenaga medis lain di rumah sakit yang menangani pasien corona.

"Kemarin kita telah siap lagi 105.000 APD yang pada hari ini akan didistribusikan ke seluruh RS di tanah air, 45.000 unit di DKI, Bogor dan Banten, 40.000 unit distribusi untuk Jabar, Jateng, Jatim, DIY, Bali 10.000 untuk seluruh provinsi di luar Jawa, dan 10.000 sebagai cadangan", ungkapnya.

ANAN SURYA

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments