hero
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di pintu masuk rumah tahanan KPK di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Untuk mencegah penyebaran COVID-19, KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih

EDITOR : OCTOBRYAN

20 Maret 2020, 17:35 WIB

INDONESIA

Meluasnya virus CoviD-19 di seluruh dunia, desak pemerintah di setiap negara untuk bergerak cepat. Tak lakukan lockdown, pemerintah Indonesia akhirnya pilih rapid test sebagai upaya menekan penyebaran virus. Hingga 20 Maret 2020, kematian akibat CoviD-19 telah capai angka 32 pasien.

Jumat (20/03) sore, rapid test telah dilakukan di kawasan yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif. Presiden Jokowi akui, pelaksaan rapid test memiliki skala prioritas berdasarkan pemetaan, di daerah yang rawan.

Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di pintu Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan untuk antisipasi penyebaran COVID-19 di kawasan tersebut  (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

"Kemudian rapid tes, memang sudah dilakukan sore hari ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada kontak tracking dari pasien positif, sehingga dari situlah di datangi rumah ke rumah untuk tes, jadi memang ada prioritas. Kami prioritas daerah yang berdasarkan pemetaan menunjukkan indikasi paling rawan, di Jakarta Selatan" ujar Joko Wododo.

Berdasarkan peta sebaran wilayah aktif CoviD-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Jumat (20/3/2020), DKI Jakarta menjadi wilayah terbanyak yang warganya positif Covid-19 yakni 215 kasus. 

Relawan menyemprotkan cairan disinfektan di fasilitas umum kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan untuk antisipasi penyebaran COVID-19 di gedung tersebut .(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Rapid test sendiri diakui dapat mendeteksi keberadaan virus dalam tempo yang lebih singkat dari metode sebelumnya. Juru bicara CoviD-19 Achmad Yurianto mengatakan, metode Rapid test yang dilakukan tidak menggunakan spesimen tenggorokan, melainkan darah.

Metode ini menunjukan reaksi imunoglobin dari pasien aktif CoviD-19, dan tidak memerlukan labolatorium khusus, sehingga diharapkan dapat dilakukan di seluruh RSUD di Indonesia.

ANAN SURYA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments