hero
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (kanan) didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Ketua BNPB Doni Monardo (kiri) memberikan keterangan pers terkait Fatwa MUI No

EDITOR : OCTOBRYAN

20 Maret 2020, 15:30 WIB

INDONESIA

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam, terutama yang berada di wilayah penularan COVID-19, untuk sementara tidak melakukan kegiatan berjamaah guna menghindari penularan virus corona tipe SARS-Cov-2.

"Di dalam wilayah-wilayah yang sangat banyak permasalahan ini, virusnya berkembang, maka sudah cukup alasan sesuai dasar Majelis Ulama Indonesia tadi untuk tidak melakukan pertemuan dalam keadaan berjamaah, termasuk di dalamnya shalat Jumat, subuh, dzuhur, asar, maghrib, dan isya," kata Nasaruddin dalam konferensi pers bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Umat Islam melaksanakan Salat Zuhur berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Masjid Istiqlal tidak menggelar Salat Jumat  sesuai kebijakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Pusat dan daerah untuk mengurangi penyebaran COVID-19, namun menggelar Salat Zuhur berjamaah. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Kepada warga yang ingin tetap mendirikan Shalat Jumat karena daerahnya dinilai masih aman dari COVID-19, Nasaruddin mengimbau, agar menjalankan langkah-langkah pencegahan penularan penyakit tersebut, termasuk di antaranya menjaga jarak aman dengan orang lain.

"Jaga jarak satu orang dengan orang lain itu sekitar dua meter. Kami, Masjid Istiqlal, melakukan itu," ujarnya. "Kita sangat dianjurkan untuk mencegah sesuatu yang sifatnya mudarat."

Umat Islam berdoa bersama seusai melaksanakan Salat Zuhur berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Masjid Istiqlal tidak menggelar Salat Jumat  sesuai kebijakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Pusat dan daerah untuk mengurangi penyebaran COVID-19, namun menggelar Salat Zuhur berjamaah. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Pengelola Masjid Istiqlal meniadakan shalat Jumat selama dua pekan ke depan menyusul imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada para pengurus masjid di Jakarta untuk menunda kegiatan shalat berjamaah dan ibadah bersama lain guna mencegah penularan COVID-19.

(BACA JUGA: Istiqlal Komunikasi dengan Imam Besar Berbagai Negara Soal Shalat Jumat)

Presiden Joko Widodo sebelumnya menekankan pentingnya kepatuhan warga dalam menjaga jarak satu sama lain dan menghindari kerumunan guna mencegah penularan virus corona penyebab penyakit saluran pernafasan.

"Pertama, prioritas kita adalah mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas lagi. Oleh sebab itu penting untuk dilakukan, yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain. Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak atau social distancing dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran COVID-19," katanya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments