hero
Novel Baswedan. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

19 Maret 2020, 20:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik Adhar menyebut terdakwa Rahmat Kadir Mahulette mendapat cairan asam sulfat untuk melukai Novel Baswedan dari Pool Angkutan Mobil Gegana Polri. Rahmat mengambil asam sulfat itu pada Senin (10/4/2017) pukul 14.00 WIB.

Menurut jaksa, Rahmat mengambil asam sulfat itu usai apel pagi di Satuan Gegana Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. 

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette (tengah) meninggalkan ruangan usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Kedua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa melakukan penganiayaan berat terencana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette pergi ke Pool Angkutan Mobil Gegana Polri mencari cairan asam sulfat (H2SO4), dan saat itu terdakwa mendapatkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang tersimpan dalam botol plastik dengan tutup botol berwarna merah berada di bawah salah satu mobil yang terparkir di tempat tersebut," ujar Fedrik di ruang sidang Koesoema Atmadja Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020).

Setelah itu, kata Fedrik, Rahmat membawa asam sulfat itu ke rumahnya dan menuangkannya ke dalam mug loreng hijau. Asam sulfat itu kemudian ditambahkan dengan air.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis (tengah) meninggalkan ruangan usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Kedua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa melakukan penganiayaan berat terencana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Selanjutnya terdakwa Rahmat membawa cairan tersebut ke tempat tinggalnya, kemudian menuangkan ke dalam mug kaleng motif loreng hijau, menambahkannya dengan air, menutupnya dengan menggunakan tutup mug, membungkus dan mengikatnya menggunakan plastik berwarna hitam," katanya.

Fedrik menjelaskan, esoknya Rahmat bertemu dengan terdakwa Ronny Bugis di asrama Gegana Brimob Kelapa Dua Depok. Ketika bertemu Ronny, Rahmat juga membawa asam sulfat yang diambilnya dari pool mobil Gegana Polri.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Kedua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa melakukan penganiayaan berat terencana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Bahwa pada hari Selasa tanggal 11 April 2017 sekitar pukul 03.00 WIB terdakwa Rahmat pergi menemui Ronny Bugis di asrama Gegana Brimob Kelapa Dua Depok sambil membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dalam gelas (mug) kaleng motif loreng hijau terbungkus plastik warna hitam, serta meminta mengantarkannya ke daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara," ucapnya.

Ronny dan Rahmat kemudian pergi menuju tempat tinggal Novel di Jl. Deposito Blok T No.8 RT.003 RW.010, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara menggunakan sepeda motor. Rute menuju perumahan tersebut ditentukan oleh Rahmat.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis bersiap menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Kedua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa melakukan penganiayaan berat terencana dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Bahwa setibanya di tempat tujuan, terdakwa Rahmat dan Ronny Bugis melihat hanya ada satu portal yang terbuka dan dijaga satu orang petugas keamanan yang dapat digunakan sebagai jalur keluar masuk kendaraan pada malam hari," paparnya.
 
Selanjutnya terdakwa Rahmat dan Ronny masuk melewati akses tersebut dan berkeliling di sekitar perumahan serta berhenti di sekitar Masjid Al-Ikhsan yakni di ujung jembatan di belakang mobil yang terparkir.

Petugas melakukan adegan rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020). Rekonstruksi yang berjalan tertutup tersebut menghadirkan dua tersangka yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

"Dalam kesempatan itu, terdakwa (Rahmat) duduk sambil membuka ikatan plastik warna hitam yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4) yang tersimpan dalam gelas (Mug) kaleng motif loreng hijau, sedangkan duduk di atas sepeda motor mengamati setiap orang yang keluar dari masjid Al-Ikhsan, termasuk Novel Salim Baswedan alias Novel Baswedan," sambungnya.

Pukul 05.10 WIB, kedua terdakwa melihat Novel keluar Masjid Al-Ikhlas menuju tempat tinggalnya. Ketika itu, Rahmat menyampaikan kepada Ronny kalau dia ingin memberi pelajaran kepada Novel.

"Seketika itu terdakwa (Rahmat) menyampaikan bahwa ia akan memberikan pelajaran kepada seseorang dan meminta Ronny mengendarai motornya secara pelan-pelan mendekati Novel Baswedan sambil bersiap-siap menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang telah dipersiapkan sebelumnya," katanya.

Novel Baswedan mengalami luka di bagian wajahnya. (ISTIMEWA)

Setelah dekat dengan Novel, Rahmat yang berada di atas sepeda motor langsung menyiramkan asam sulfat kepada Novel. Keduanya pun langsung melarikan diri.

"Berdasarkan arahan Rahmat tersebut, Ronny mengendarai sepeda motornya pelan-pelan, dan dan ketika posisi terdakwa Rahmat yang berada di atas motor dan sejajar dengan saksi Novel Baswedan, terdakwa Rahmat langsung menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) tersebut ke bagian kepala dan badan saksi korban Novel Baswedan. Selanjutnya Ronny Bugis atas arahan Rahmat langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya yang dikendarai dengan cepat," ujarnya.

Akibatnya, Novel mengalami cedera. Jaksa mengatakan, cedera yang dialami Novel juga tercatat dalam hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017. Hasil tersebut dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga. 

(BACA JUGANovel Baswedan Siap Dikonfrontir Dengan Dua Pelaku Penyiraman)

"Pada pemeriksaan terhadap laki-laki berusia empat puluh tahun ini, ditemukan luka bakar derajat satu dan dua, seluas dua persen (pada dahi, pipi kanan dan kiri, batang hidung, kelopak mata kanan dan kiri) dan luka bakar derajat tiga pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri, akibat berkontak dengan bahan yang bersifat asam," sebut jaksa.

"Nilai pH cairan di permukaan bola mata yang bersifat netral dan basa (tidak asam), menunjukkan bahwa telah dilakukan pembilasan kedua bola mata dengan air sebelum dilakukan pemeriksaan, derajat luka yang pasti belum dapat ditentukan karena pengobatan terhadap korban belum selesai," sambungnya.

RADIKA KURNIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments