hero
Ilustrasi pelecehan seksual. (Pixabay)

EDITOR : OCTOBRYAN

10 Maret 2020, 17:05 WIB

SULAWESI UTARA, INDONESIA

Polda Sulawesi Utara masih memeriksa 5 pelaku peremas payudara siswi SMK di Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara. Mereka berpotensi dijerat undang-undang perlindungan anak. 

“Kemungkinan tersangka ada. Potensi Pasal yang dilanggar 82 Undang-undang  nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman penjara minimal 6 tahun,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Utara Komisaris Besar Jules Abbast melalui sambungan telepon kepada NET.Z, Selasa (10/3/2020).

 

Bunyi pasal tersebut yakni (1). Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima milyar rupiah).

Jules menyebut, dua pelaku perempuan berinisial RN, TM. Sedangkan 3 lainnya merupakan laki-laki berinisial FL, RM, dan MT. Saat ini kelima pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bolaang Mangondow. 

“Belum menjadi tersangka, nanti kita kabari kalau sudah tersangka,” ujar Jules. 

(BACA JUGAReynhard Sinaga, Anomali Mahasiswa Indonesia di Inggris)

Sebelumnya, beredar video seorang siswa SMA diduga mengalami pelecahan seksual dan viral di media sosial Twitter. 
Dalam video berdurasi 40 detik itu, tampak seorang siswi berpakaian seragam SMA sedang berbaring di lantai sambil diremas payudaranya oleh 3 orang temannya.

Siswi tersebut menutup seluruh wajahnya dengan kerudung yang ia pakai. Ia juga tampak berusaha menghalangi tangan teman-temannya yang mengerjainya. Meski ia berusaha menghindar, namun siswi tersebut tampak kewalahan menghindari pelecehan seksual tersebut.

TIM LIPUTAN

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments