hero
(dari kiri ke kanan) siluet dari Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Gubernur Riau Syamsuar, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz dan Wakil Menteri LHK Alue Dohon

EDITOR : OCTOBRYAN

9 Maret 2020, 16:45 WIB

RIAU, INDONESIA

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, meresmikan penggunaan Aplikasi Dasboard Lancang Kuning Nusantara secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (9/3/2020), di Balai Serindit Kompleks Gubernuran Riau, Pekanbaru, Riau.

Aplikasi Lancang Kuning Nusantara ini merupakan hasil karya Polda Riau bertujuan untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setiap tahun rutin terjadi, khususnya pada 11 provinsi di Indonesia. 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan), Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan), Gubernur Riau Syamsuar (kedua kiri) dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong (kiri) memberikan keterangan pers usai peluncuran Aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara di Pekanbaru, Riau, Senin (9/3/2020). ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.

Dengan menggunakan 4 buah satelit, aplikasi ini dapat memantau langsung sebaran titik api akibat kebakaran hutan dan lahan. Kecanggihan aplikasi ini juga menyimpan data petugas polri yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, aplikasi ini sangat penting dimiliki wilayah-wilayah setiap tahun mengalami kebakaran hutan dan lahan. Namun aplikasi ini tidak bisa berjalan efektif tanpa ditindaklanjuti dengan dua hal pokok.

Petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kota Pekanbaru berusaha memadamkan bara api yang membakar lahan gambut di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, Senin (2/3/2020). Pemerintah Provinsi Riau melalui Satgas Karhutla Riau terus melakukan pemadaman kebakaran lahan agar bencana kabut asap tidak terulang kembali. )ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

"Kedua hal itu, setelah kita mengetahui deteksi dini melalui aplikasi tadi, kemudian kita informasikan ke lapangan untuk kita identifikasi, apakah kebakaran hutan atau titik api itu terjadi dimana dan memang menjadi api atau panas sehingga wilayah bisa melaporkan kembali ke posko benar adanya," jelas Panglima TNI.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Idham Aziz mengatakan, aplikasi Lancang Kuning Nusantara merupakan terobosan dan inovasi dari Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi dalam penanganan Karhutla di Riau. 

Kapolri Jenderal Idham Aziz salam launching aplikasi Lancang Kuning. (NET/Oki)

Ini tak terlepas dari atensi Presiden RI Joko Widodo agar setiap titik api dan setiap Karhutla segera dilakukan pemadaman dengan cepat, tepat dan efektif.

"Di Riau ini aplikasi Lancang Kuning sudah berjalan dan mumpuni menekan ancaman Karhutla, karena seluruh petugas dapat dikendalikan melalui satu komando," jelasnya. 

Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) berkomunikasi dengan pertugas di lapangan melalui aplikasi Lancang Kuning. (NET/Oki)

Peresmian aplikasi Lancang Kuning Nusantara ditandai dengan penekanan tombol bersama, selanjutnya Panglima dan Kapolri melakukan komunikasi dengan petugas di lapangan melalui aplikasi yang baru saja di launching.

Selain kehadiran Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, juga diikuti Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong, Gubernur Riau Syamsuar, serta 11 Kapolda wilayahnya rawan karhutla selama ini.

Sejumlah petugas TNI/Polri bersama masyarakat melintasi daerah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat kegiatan patroli dan sosialisasi di Desa Lapang, Johan Pahlawan, Aceh, Jumat (14/2/2020). Pihak TNI/Polri terus melakukan upaya pencegahan karhutla dengan melakukan patroli dan sosialisasi secara rutin di daerah rawan kebakaran lahan, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya dan resiko membuka lahan dengan cara membakar. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Aplikasi Lancang Kuning adalah aplikasi untuk melakukan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan melalui pendekatan teknologi. Aplikasi yang sudah tersedia di Play store ini menawarkan sejumlah fitur yang membantu reaksi cepat pemadaman karhutla. 

Melalui aplikasi ini warga bisa melaporkan kebakaran yang terjadi,  atau hanya sekadar mencari informasi seputar titik panas. Aplikasi Lancang Kuning juga membuka keikutsertaan masyarakat sebagai relawan.

(BACA JUGANasib Kami di Jerebu Karhutla)

Bukan hanya itu, melalui aplikasi ini para penderma juga bisa menyalurkan bantuannya. Adapun aplikasi Lancang Kuning dikembangkan oleh Noobdeveloper dan telah di unduh oleh lebih 50 ribu orang.

OKI SULISTIO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments