hero
Turiyan membuat anyaman bambu sebagai bahan dasar tampah. (NET/Tutus)

EDITOR : OCTOBRYAN

9 Maret 2020, 14:10 WIB

KAB. MALANG, INDONESIA

Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, seperti di Dusun Lipur, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Seorang difabel 15 tahun hidup di bawah garis kemiskinan dan luput dari perhatian pemerintah.

Turiyan (47), mengisahkan saat kecil ia hidup normal layaknya anak seusia. Namun semua berubah saat ia kelas 2 Sekolah Dasar. Saat itu ia terjatuh ke sungai, dan sempat terjepit batu. “Sempat selamat ditolong teman-teman, tapi setelah peristiwa badan ngilu semua,“ ujar kepada NET.Z, Kamis, (5/3/2020).

Turiyan membuat anyaman bambu sebagai bahan dasar tampah. (NET/Tutus)

Berbagai upaya medis hingga pengobatan alternatif untuk menyembuhkan kakinya telah dilakukan Turiyan. Namun keterbatasan biaya membuat Turiyan membiarkan rasa sakit menjalari kakinya. Hingga usia 20 tahun, ia mendapati kakinya tidak dapat berkembang.

Akibat peristiwa itu, kini kedua kaki turiyan tak mampu lagi menopang tubuh, sehingga terpaksa berjalan menggunakan tangan.

Turiyan membuat anyaman bambu sebagai bahan dasar tampah. (NET/Tutus)

Berjalannya waktu, turiyan memutuskan membuat kursi kecil beroda sebagai pengganti kakinya. Untuk menghindari tubuhnya roboh saat kotak itu berjalan, Turiyan juga membuat tongkat kayu kecil sebagai penumpu lengan sebelah kanan. Sementara telapak tangan kiri menggunakan satu sandal untuk menjalankan kotak kayu.

Kursi beroda inilah yang setia 15 tahun menemani turiyan mencari nafkah membuat anyaman bambu sebagai bahan dasar tampah.

 

Dalam sehari ia mampu membuat satu tampah. Hasil kerajinannya dijual seharga Rp10 ribu hingga Rp15 ribu untuk menyambung hidup.

“Keinginan saya sekarang ini sederhana mas, inginnya gak sampai telat makan aja,“ lirihnya.

Meski memiliki keterbatasan fisik, turiyan tidak pantang menyerah dan dikenal sebagai pribadi mandiri “Kakak saya itu setiap hari hidup sendiri, semua aktivitas dilakukan sendiri, gak ada yang membantu ”, ujar Tiana, adik ipar turiyan saat dampingi kakaknya.

(BACA JUGABengkel Peduli Tuna Daksa)

Kisah Turiyan ini sempat menjadi perhatian warganet, usai akun instagram @cakbudi_official unggah aktivitas di rumahnya. Sejumlah warganet tersentuh dengan kegigihan Turiyan di tengah keterbatasan tetap semangat berjuang.

Dalam video tersebut, Turiyan yang tidak bisa berjalan tampak menggunakan alat bantu saat beraktivitas. Ia mengambil sebatang bambu dengan menggunakan alat bantu berjalan yang lebih mirip seperti mobil-mobilan.

TUTUS SUGIARTO

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments