hero
Universitas Indonesia. (UI.AC.ID)

EDITOR : OCTOBRYAN

6 Maret 2020, 14:10 WIB

DEPOK, INDONESIA

Seorang peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Muhamad Sahlan, berupaya mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Alasan dipilihnya propolis lantaran dianggap terbukti memiliki komponen penghambat virus alami yang dapat digunakan untuk menghasilkan obat dengan efek negatif minimal, baik terhadap tubuh manusia maupun sumber daya alam yang tersedia.

Senyawa propolis dari lebah Tetragonula Biroi Aff  dikembangkan Fakultas Teknik Universitas Indonesia sebagai obat pencegahan COVID-19. (NET/Damar)

Sahlan mengatakan, komposisi propolis tidak selalu sama di seluruh dunia. Pada penelitian ini, senyawa propolis berasal dari lebah Tetragonula Biroi Aff, perlu dipahami bahwa propolis memiliki karakteristik berbeda tergantung pada sumber tanaman dan lokasinya.

“Perbedaan sumber tanaman, lokasi, serta proses penelitiannya akan membedakan pula senyawa-senyawa propolis yang dihasilkan,” kata Sahlan kepada NET.Z, Kamis, (5/2/2020).

Sahlan menyebutkan, saat ini beberapa negara tengah mengembangkan obat dan vaksin untuk Covid-19. Salah satunya adalah China yang mengembangkan obat berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Prof. Yang dari Shanghai Tech University Januari 2020 lalu.

Senyawa propolis dari lebah Tetragonula Biroi Aff  dikembangkan Fakultas Teknik Universitas Indonesia sebagai obat pencegahan COVID-19. (NET/Damar)

Pada penelitiannya, Prof. Yang berhasil memetakan struktur protein virus corona dimana ditemukan bahwa virus corona penyebab Covid-19 harus menempel pada sel hidup (dalam hal ini paru-paru manusia) sebelum menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup tersebut untuk berkembang biak. 

Untuk memutus aktivitas ini, dikembangkan senyawa kimia penghambat bernama N3 sebagai alternatif obat untuk Covid-19.

Senyawa propolis dari lebah Tetragonula Biroi Aff  dikembangkan Fakultas Teknik Universitas Indonesia sebagai obat pencegahan COVID-19. (NET/Damar)

“Yang menarik bagi saya, propolis yang saya teliti ini memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3,” katanya

Lebih lanjut Sahlan yang mengaku telah sembilan tahun meneliti tentang propolis itu mengungkapkan, hasil pengujian memperlihatkan bahwa tiga dari sembilan senyawa propolis yang ada di Indonesia memiliki kekuatan menempel yang cukup baik pada virus Covid-19.

Caption

“Dengan menggunakan struktur model Covid-19 yang ada, senyawa-senyawa propolis diujikan untuk melihat apakah dapat membentuk ikatan pada virus Covid-19 bila dibandingkan dengan ikatan senyawa N3,” timpalnya lagi

Ia menjelaskan, bila senyawa N3 memiliki nilai -8, senyawa Sulawesi a memiliki nilai -7.9, Sulawesi b (-7.6) dan deoxypodophyllotoxin (-7.5). Semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa menempel pada virus Covid-19. 

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan konferensi pers terkait virus corona di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Presiden menyatakan 2 orang WNI yaitu seorang ibu dan anak di Indonesia telah positif terkena corona setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak,” ungkapnya

Namun demikian, Sahlan mengaku penelitian ini belum masuk dalam tahapan uji klinis, karena Indonesia sendiri baru mengumumkan pasien positif Corona pada Senin, 2 Maret 2020.

“Hasil penelitian ini tentu sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi alternatif obat dari Indonesia untuk menyembuhkan maupun mengurangi perkembangan virus Corona,” jelasnya.

(BACA JUGAEfektifkah Handsanitazer & Cuci Tangan Buat Tangkal Corona?)

Saat ini, penelitian yang dilakukan oleh Sahlan, dan timnya sedang pada tahap mengenali senyawa-senyawa yang potensial untuk dikembangkan sebagai obat Covid-19. 

Tahapan selanjutnya adalah pengoptimasian senyawa-senyawa tersebut sebelum dilakukan uji klinis dan pengembangan obat.

DAMAR PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments