hero
Seorang pemuda berinisal AF (tengah) ditangkap polisi karena menggadaikan rumah orang tuanya senilai Rp3,7 miliar. (NET/Okta)

EDITOR : OCTOBRYAN

5 Maret 2020, 12:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Ketergantungan narkotika, pemuda berinisial AF nekat menggadaikan sertifikat rumah orang tuanya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, seharga Rp3,7 miliar. 

Pelaku menggadaikan sertifikat itu melalui notaris menggunakan cara bridging loan atau pinjaman sementara. Untuk memudahkan proses tersebut, pelaku menyewa 2 orang yang menyamar sebagai orang tuanya saat bertemu notaris. 

Barang bukti sertifikat dan KTP palsu diamankan polisi. (NET/Octa).

"Harga rumahnya Rp 60 miliar. Untuk memudahkan proses pinjaman, pelaku mengenalkan seseorang yang mengaku sebagai orang tuanya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Rabu, (4/3/2020). 

Yusri melanjutkan, untuk mengelabui notaris, pelaku juga membuat KTP palsu untuk dua orang tersebut. Setelah proses di notaris lancar, maka dana dari bridging loan itu dapat cair. 

"Pelaku menggunakan uang tersebut untuk membeli narkoba," ujar Yusri. 

Alat hisap narkotika diamankan ketika menangkap pelaku. (NET/Okta)

Pencurian sertifikat, kata Yusri, terjadi saat kedua orang tua pelaku tengah berlibur ke Korea Selatan Oktober 2019 silam. pelaku lalu membongkar brankas dan mengambil sertifikat tersebut. 

Agar kedua orang tuanya tak curiga, AF membuat sebuah sertifikat palsu dan menaruhnya kembali ke dalam brangkas. Orang tua pelaku tak menaruh curiga apapun hingga pada Januari 2020, datang kreditur yang akan mengambil rumah. 

"Pengembalian dana antara pelaku dengan kreditur hanya 3 bulan saja," ujar Yusri. 

Para pelaku dihadirkan polisi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya. (NET/Okta)

Namun kedua orangtua AF berkukuh rumahnya tak sedang dalam status digadaikan, Hingga keluarga pun ke BPN untuk cek dan terbukti sertifikat yang ada di brankas itu adalah palsu. 

Keluarga kemudian melaporkan peristiwa ini ke polisi dan pada 15 Januari 2020, polisi mendapati pelaku penggadaian sertifikat itu adalah AF, anak korban sendiri. 

(BACA JUGAHari Anak Nasional: 4 Tahun Dipenjara, Napi Anak Ini Rindu Ingin Dijenguk Orang Tua)

"Rumah orang tuanya terpaksa disita," jelas Yusri.

Setelah dikembangkan, polisi menangkap 6 orang lainnya, antara lain pembuat sertifikat palsu, sosok yang mengaku sebagai orangtua tersangka, pesuruh AF, hingga bandar narkoba. 

"Para pelaku kami kenakan Pasal 367, 263, 266 ju 55 KUHP. Kasus narkoba kami serahkan ke Ditnarkoba," ujar Yusri. 

OKTABARRY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments