hero
Gunungan raksasa berisi buku-buku jadi rebutan warga Banjarnegara. (NET/Bayu)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Februari 2020, 15:35 WIB

KAB. BANJARNEGARA, INDONESIA

Gunungan-gunungan raksasa yang berisi hasil bumi, buah, sayuran dan palawija amat lazim ditemui dalam sebuah prosesi budaya. Tak terkecuali di Kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah. 

Rabu (26/2/20) kirab budaya memperingati hari jadi ke-449 kabupaten itu, juga menyuguhkan sejumlah gunungan yang berisikan beragam hasil kekayaan alam Banjarnegara.

Gunungan raksasa berisi buku-buku dalam kirab budaya Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020). (NET/Bayu)

Namun, ada satu gunungan yang terlihat tak biasa dari tujuh gunungan yang diarak. Gunungan setinggi sekitar dua meter itu, tersusun dari ratusan buku berbagai jenis dan berbagai judul, sungguh unik. 

Usai diarak di sepanjang jalan protokol Kota Banjarnegara, tepat tengah hari gunungan itupun diperebutkan oleh ribuan warga bersama enam gunungan lainnya di Alun-alun Banjarnegara.

Gunungan raksasa berisi buku-buku dalam kirab budaya Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020). (NET/Bayu)

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono menyebut, gunungan buku adalah simbol kemajuan pola pikir masyarakat dan pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Buku-buku itu juga menjadi sebuah kampanye gemar membaca untuk masyarakat.

"Buku adalah jendela dunia dan sumber ilmu pengetahuan. Ini adalah simbol modernnya pola pikir kami warga Banjarnegara," ujar Budhi kepada NETZ.

Gunungan raksasa berisi buku-buku dalam kirab budaya Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020). (NET/Bayu)

Budhi melanjutkan, gerakan membaca buku menumbuhkan membaca, dunia dan segala isinya dapat diketahui oleh masyarakat. Dengan membaca buku sejak muda, pintu pengetahuan dan informasi terbuka lebar sebagai modal pembangunan masa depan manusia.

"Membaca, amat banyak manfaatnya. Dari hal kecil di sekitar, hingga hal-hal besar di berbagai belahan dunia dapat kita ketahui dengan rajin membaca bermacam buku. Oleh karena itu, gunungan buku berisi beragam judul dan jenis buku. Baik fiksi maupun non fiksi," jelas Budhi.

Warga rebutan gunungan usai prosesi kirab hari jadi di Alun-alun Banjarnegara. (NET/Bayu)

Ada sekitar 300 buku yang disusun menjadi bentuk gunungan yang kebanyakan merupakan buku cerita dan ilmu pengetahuan umum.

Tampak pula sebuah replika buku berukuran besar dan gunungan hasil bumi turut diarak bersama. Gunungan buku dan hasil bumi itu lalu jadi bahan rebutan oleh masyarakat, terutama anak-anak.

(BACA JUGANaskah Kuno Perpustakaan Keraton Mangkunagaran Solo Kini Bisa Diakses Online)

"Bupati bersama para pimpinan forkominda berbaur bersama masyarakat, makan bareng di alun-alun. Tanpa ada jarak, makanan yang dihidangkan pun sama, tidak beda," ujar Budhi Sarwono.

Tanggal 26 Februari, menjadi tanggal resmi peringatan hari jadi Kabupaten Banjarnegara. Untuk tahun ini, adalah pertamakalinya peringatan dilakukan pada 26 Februari, sebab sebelumnya peringatan hari jadi dilakukan setiap tanggal 22 Agustus.

Perubahan itu dilakukan dengan berbagai dasar dan pertimbangan berasama, serta melalui kajian sejarah yang telah dilakukan pemkab setempat.

BAYU NUR SASONGKO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments