hero
Kapolres Depok Kombes Aziz Andriansyah inspeksi kesiapan personil polisi menghadapi banjir dan longsor di Depok. (NET/Damar)

EDITOR : OCTOBRYAN

26 Februari 2020, 14:10 WIB

DEPOK, INDONESIA

Polres Metro Depok telah menyiapkan Satuan Tugas (satgas) untuk penanggulangan bencana akibat cuaca ekstrem yang berlangsung beberapa bulan terakhir. Berdasarkan catatan kepolisian, sedikitnya ada 89 titik rawan banjir dan longsor di kota Depok.

Kepala Kepolisian Depok Komisaris Besar Azis Andriansyah mengungkapkan, satuan tugas khusus bencana itu terdiri dari Satuan Sabhara, Satuan Lalu Lintas dan sejumlah personil dari masing-masing Polsek yang ada di wilayah hukum Kota Depok, Jawa Barat.

Sejumlah anak bermain saat banjir di kawasan Perumahan Tirta Mandala, Depok, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2020). Banjir setinggi 30cm - 60cm tersebut karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur serta angin kencang menyebabkan tembok di pinggir kali longsor menutup aliran Kali Cijantung. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

“Kita ketahui bahwa cuaca saat ini masih belum stabil. Artinya potensi bencana masih berpotensi terjadi,” katanya usai memimpin apel kesiapsiagaan dan kewaspadaan bencana di Polres Metro Depok, Rabu, (26/2/2020).

Azis berharap, para personil sudah siap memberi pertolongan pertama bagi warga yang terdampak bencana baik banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di wilayah Depok. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Depok memiliki 89 titik rawan bencana.

Sejumlah warga melihat petugas dengan alat berat mengeruk jalan yang longsor di kawasan Kalimulya 3, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Kota Depok pada Minggu sore (16/2/2020) menyebabkan jalan longsor dan memutuskan akses jalan di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

“Kami berharap personil Polres Metro Depok jadi pihak yang menolong pertama, tapi kami harapkan jangan sampai ada bencana lagi,” paparnya.

Terkait persoalan banjir, Azis mengaku pihaknya memiliki sejumlah perahu karet, pelampung dan alat selam. Tak hanya itu, Azis juga menginstruksikan jajarannya untuk berinovasi atau kreatif membuat alat bantuan dari bahan yang mudah didapat sebagai langkah darurat untuk memberi pertolongan.

(BACA JUGA: Jakarta Kembali Dikepung Banjir)

“Salah satunya membuat rakit. Ini sengaja kami buat karena bencana terakhir, beberapa perahu karet kami rusak terkena seng atau atap rumah,” ucapnya.

DAMAR PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments