hero
Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah saat melakukan penggalian terhadap temuan candi baru, Candi Kunti di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (foto: Istimewa)

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Februari 2020, 13:50 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Beberapa waktu lalu, sebuah susunan batu menyerupai candi ditemukan warga saat menggali tanah yang akan digunakan untuk septitank di area lahan kentang, di Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Selang sebulan kemudian, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah melakukan penggalian yang bertujuan untuk mengetahui seperti apa wujud dan denah candi tersebut.

Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah saat melakukan penggalian terhadap temuan candi baru, Candi Kunti di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (foto: Istimewa)

Ketua Kelompok Kerja Pemugaran BPCB Jawa Tengah Eri Budiarto mengatakan, temuan beberapa waktu lalu itu memang benar sebuah candi. BPCB sendiri telah melakukan penggalian atau ekskavasi sejak Senin hingga Jumat (17-21/2/20).

Hasilnya, sejumlah keunikan ditemukan pada candi yang diperkirakan memiliki nama Candi Kunti itu. Meski terkendala cuaca, sepekan penggalian itu berhasil menemukan pola dan bentuk bangunan candi tersebut. 

Bangunan candi nampak usai dilakukan penggalian oleh tim dari BPCB Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

"Perkiraan namanya Candi Kunti. Karena posisinya di atas, dan dari depan kita bisa melihat candi-candi di Dieng secara keseluruhan. Kunti sendiri adalah ibu dari para pandawa," ujar Eri, melalui sambungan telepon kepada NETZ.

Keunikan-keunikan pada candi baru tersebut, menurut Eri, yakni candi itu berbeda dengan candi-candi yang ada di Dieng. Seperti, menghadap ke timur, hal itu berbeda karena pada umumnya menghadap ke barat. 

Temuan pemuncak utama bangunan motif lotus. (foto : Istimewa)

Tidak hanya itu, Candi Kunti bentuknya persegi panjang seperti palang Yunani, tidak seperti Candi Dieng lainnya yang berbentuk bujur sangkar, kecuali Candi Semar yang memiliki bentuk persegi panjang tetapi polos tidak berpalang.

Kemudian, keunikan lainnya, candi di Dieng pada umumnya tersusun dari balok batu kecil-kecil, tapi Candi Kunti terdiri dari susunan batu lebar dan tipis-tipis.

Temuan pemuncak utama bangunan juga berbeda dengan candi yang lain, Candi Kunti memiliki motif lotus, dan ini amat jarang ditemukan di Dieng yang umumnya memiliki pemuncak utama bangunan meru atau keben.

Sketsa denah bangunan Candi Kunti. (Istimewa)

"Masih sulit menduga, kenapa berbeda. Bisa jadi karena dianggap lebih tinggi," ujar Eri.

Meski demikian, Eri belum bisa menjelaskan bagaimana bentuk candi seutuhnya. Pasalnya, ia harus memastikan juga seperti apa bagian tubuh, penampil dan atap candi.

"Untuk ukuran, ketinggian candi juga masih belum dapat diperkirakan, tetapi lebar bangunan sudah dapat diketahui, yakni 5 X 4 meter. Dan itu, termasuk cukup besar untuk ukuran candi di Dataran Tinggi Dieng," jelasnya.

Balok batu pada Candi Kunti. (ISTIMEWA)

Usai ekskavasi, Eri menjelaskan, proses selanjutnya adalah pengupasan semua yang memendam candi. Jika ini dilakukan, nantinya sudah dapat ditelusuri jejaknya, karena sudah bisa diprediksi bentuknya. Tujuan pengupasan itu, untuk menampakan keseluruhan bentuk bangunan.

"Untuk saat ini, tanah penduduk (tempat candi ditemukan) kita sewa dahulu untuk kajian dan penelitian," ungkap Eri.

Dengan temuan itu, pihak BPCB Jawa Tengah berharap, semakin nampak lagi candi-candi yang masih terkubur di wilayah Dieng. Ia memperkirakan usia batuan yang diduga bangunan candi itu sama seperti candi-candi yang ada di Dataran Tinggi Dieng, yakni dibangun sekitar abad VII-VIII Masehi.

Bangunan candi nampak usai dilakukan penggalian oleh tim dari BPCB Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

"Dieng masih banyak menyimpan misteri. Sebab menurut catatan Belanda, di Dieng candinya banyak, diharapkan semakin banyak yang terungkap. Untuk masyarakat yang menemukan harap melaporkan ke pihak terkait. Kami pasti menindaklanjutinya," kata Eri.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Obyek Wisata Dieng Banjarnegara, Aryadi Darwanto menyatakan, meski bukan pihaknya yang mengelola temuan candi baru itu, tetapi ia merasa bangga dan senang atas munculnya Candi Kunti.

Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah saat melakukan penggalian terhadap temuan candi baru, Candi Kunti di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (foto: Istimewa)

Pasalnya, baik secara langsung atau tidak, itu akan berpengaruh terjadap kunjungan wisata ke kawasan yang terletak di ketinggian 2.000 mdpl tersebut.

"Keingintahuan wisatawan akan bertambah. Kami berharap tahun depan candi baru itu bisa dipugar," ujar Aryadi.

(BACA JUGAPacitan Ternyata Punya 'Sungai Amazon'!)

Aryadi menyebut, letak Candi Kunti memang berada di atas, atau di lereng bukit Pangonan. Sekitar 40 meter ke arah utara dari Museum Kailasa.

"Candi Kunti menambah jumlah candi yang ada di Dieng menjadi 10. Sebelumnya sudah ada sembilan, yakni lima candi berada di kompleks Candi Arjuna, antara lain Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Lalu masih ada Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Setyaki, dan Candi Dwarawati," pungkas Aryadi.

BAYU NUR SASONGKO

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments