hero
Sejumlah guru dan anggota pramuka melaksanakan doa bersama untuk korban susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman di Alun-alun Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2020). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Februari 2020, 11:40 WIB

KAB. SLEMAN, INDONESIA

Siswa-siswi SMPN 1 Turi Sleman sudah menjalankan kegiatan di hari pertama masuk sekolah, pascakecelakaan saat kegiatan susur Sungai Sempor yang berujung maut.

Dari pantauan NETZ di sekolah, Senin (24/2/2020), kegiatan sekolah lebih banyak didominasi oleh kepolisian, tim Tagana, Dinas Sosial dari Pemda, serta awak media. Tidak tampak kegiatan siswa yang beraktifitas di halaman sekolah.

Suasana kegiatan belajar menghajar di SMPN 1 Turi Sleman, Senin (24/2/2020). (NET/Sigit)

Sejumlah kegiatan guru dan siswa terlihat di ruang pendampingan psikologi. Relawan psikolog nampak memberikan konseling psikologi kepada siswa terutama kelas 7 dan 8 yang mengikuti kegiatan susur Sungai Sempor, Jumat (22/2/2020). 

"Kemarin memang ada program rutin susur sungai untuk kegiatan pramuka, itu rutin kegiatan sekolah," ujar Tutik Nurdiyana, Kepala Sekolah SMPN 1 Turi, Sleman, kepada NET.Z.

Kemendikbud dan SMPN 1 Turi Sleman mendirikan posko pendapingan psikologi kepada siswa dan siswi pascakecelakaan saat kegiatan susur Sungai Sempor. (NET/Sigit)

Tutik mengatakan ia hanya mengetahui jika sekolah yang baru ia pimpin itu memiliki kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang pelaksanaannya setiap hari Jumat pukul 13.30 hingga 14.30 WIB.

Saat hari kejadian, Tutik pun mengira program yang dibimbing pembina kepramukaan sekolah itu juga hanya menggelar kegiatan rutin. "Tapi soal susur sungai, mereka (para pembina pramuka) tidak matur (memberitahu) ke saya" ujarnya.

Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah pramuka SMPN Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (21/2/2020).(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Menurut Tutik, kegiatan Pramuka susur sungai itu juga sudah dianggap familiar karena siswa kebanyakan berasal dari Turi. "Karena menganggapnya anak turi susur sungai itu biasa," kata dia.

Tutik benar-benar tak menyangka, ternyata aktvitas itu menewaskan 9 siswa dan satu lainnya masih hilang. Sekarang pihaknya pun mengaku sangat berduka dengan musibah itu.

Petugas melakukan penyisiran lanjutan untuk mencari sejumlah anggota pramuka SMP N 1 Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Pandowoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Sebelumnya, 10 siswi SMPN 1 Turi Sleman tewas akibat terseret arus Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta.

Bencana ini bermula pada Jumat (21/2/2020) lalu. Saat sekitar pukul 15.00, 249 siswa SMPN 1 Turi Sleman melakukan kegiatan alam bebas di daerah aliran Sungai Sempor Donokerto Turi Sleman. 

(BACA JUGABiar Enggak Main Gadget Terus, 4 Ribu Murid Paud Menari Massal)

Kegiatan itu melibatkan 249 siswa baik dari kelas 7 yang terdiri dari 124 siswa dan kelas 8 sebanyak 125 siswa. 

Polisi juga menetapkan pembina Pramuka sekaligus guru sekolah berinisial IYA sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 359 KUHP, tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

SIGIT PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments