hero
Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi memandu siswa tunanetra membaca buku keselamatan dengan tulisan braille dalam kegiatan SAR Goes To School di Sekolah Luar Biasa (SLB) Mandara Kendari, Kendari, Sul

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Februari 2020, 12:25 WIB

KENDARI, INDONESIA

Maraknya peristiwa kecelakaan yang terjadi saat siswa pelajar mengikuti ekstra kulikuler di luar sekolah membuat berbagai pihak waspada. Menyikapi hal itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari menggelar kegiatan 'SAR Goes To School' di sejumlah sekolah di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Kegiatan ini juga merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Basarnas Pusat untuk memasyarakatkan SAR dengan masuk ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi," Kata Kadek Wiryawan, Kepala Seksi Sumber Daya Basarnas Kendari, saat menggelar 'SAR Goes To School', di SMAN 4 Kendari, Sabtu (22/2/2020).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi memandu siswa tunanetra membaca buku keselamatan dengan tulisan braille dalam kegiatan SAR Goes To School di Sekolah Luar Biasa (SLB) Mandara Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (06/2/2020). Kegiatan itu guna memberikan pengetahuan mengenai tugas SAR kepada para siswa penyandang disabilitas. (ANTARA FOTO/Jojon)

Wiryawan menjelaskan, di tiap sekolah ada sekitar 57 orang pelajar yang tergabung dalam Siswa Pecinta Alam (Sispala) yang mengikuti 'SAR Goes To School' dan diberikan sejumlah materi dasar seperti pengenalan tupoksi Basarnas.

Selain itu, mereka juga mendapatkan materi Rappeling yaitu cara turun dari medan yang tinggi, baik untuk diri sendiri maupun pada saat membawa korban yang kecelakaan saat melintasi alam bebas.

Anggota Basarnas Kendari saat memberikan materi Rappeling kepada siswa, Sabtu 22 Februari 2020. FOTO: (NET/Muhammad Ilham).

"Jadi ada beberapa materi yang kita berikan kepada mereka yang sangat penting digunakan saat di lapangan, dan materi ini dibawakan oleh tim rescue Basarnas Kendari yang memiliki kualifikasi pendidikan HART (high angle rescue technique)," ujarnya .

Diharapnya, agar setiap kegiatan luar yang dilaksanakan oleh pihak sekolah untuk selalu berkoordinasi dengan pihak Basarnas dalam bentuk surat pemberitahuan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan apabila terjadi sesuatu.

(BACA JUGAGawai Ditukar Anak Ayam, Setuju?)

Kegiatan tersebut ditutup dengan mengadakan simulasi gempa dimana setiap siswa diajarkan bagaimana harus bertindak ketika terjadi gempa bumi. 

"Kami ajarkan mereka bagaimana dan harus berbuat apa pada saat terjadi gempa, pada saat menuju titik yang aman di area sekolah," pungkasnya.

MUHAMMAD ILHAM

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments