hero
(NET/Bayu Nur Sasongko)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

21 Februari 2020, 16:15 WIB

KAB. PURBALINGGA, INDONESIA

Lagu daerah Jawa ’Jangkrik Genggong’ mengalun indah mengiringi tarian rancak sekitar 4000 anak-anak murid dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah di Sanggaluri Park, Kamis (20/02/20). Tarian massal para bocah itu, pertanda dimulainya Festival Dolanan Bocah. 

Acara ini sebenarnya bertujuan agar anak-anak bergembira, bermain bersama, dan sejenak melupakan permainan modern seperti game di smartphone. Selain itu, ajang ini juga untuk mendekatkan kesenian tradisional kepada anak-anak agar tahu kebudayaan aslinya.

Anak-anak PAUD se-Kabupaten Purbalingga saat mengikuti Festival Dolanan Bocah. (NET/Bayu Nur Sasongko)

"Kita ingin mengenalkan sejak dini kepada anak-anak tentang tarian dan permainan yang sudah amat jarang dimainkan pada masa sekarang ini," ujar Tohar, Ketua Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Purbalingga.

Anak-anak PAUD se-Kabupaten Purbalingga saat mengikuti Festival Dolanan Bocah. (NET/Bayu Nur Sasongko)

Usai menari, anak-anak tersebut diajak untuk mengikuti permainan tradisional seperti congklak, sunda manda, atau gobak sodor. Permainan punya banyak sekali nilai-nilai positif, seperti kerja sama atau gotong royong, dan menumbuhkan kreativitas. Sebab, untuk memenangkan permainan, anak-anak perlu berfikir dan menyusun strategi yang bagus dan kreatif.

Anak-anak PAUD se-Kabupaten Purbalingga saat mengikuti Festival Dolanan Bocah. (NET/Bayu Nur Sasongko)

"Tak hanya setahun sekali dalam Festival Dolanan Bocah ini. Tapi, setiap hari, akan kami tekankan kepada penyelenggara PAUD untuk mengenalkan, mengajarkan, serta melestarikan mainan tradisional," imbuh Tohar.

Rangkaian Festival Dolanan Bocah ini mendapat apresiasi dari salah satu orang  tua siswa yang ikut. Darwati, warga Kecamatan Bobotsari misalnya yang berharap rangkaian acara ini tidak hanya dihadirkan ketika festival berlangsung tetapi juga di sekolah.  

"Harapannya setiap hari di sekolah juga diajak untuk memainkan mainan tradisional atau dikenalkan dengan tarian tradisional dan kebudayaan," katanya.

BAYU NUR SASONGKO

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments