hero
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati (tengah), Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (kiri) dan Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (

EDITOR : OCTOBRYAN

18 Februari 2020, 13:05 WIB

INDONESIA

Tantangan Skull Breaker Challenge atau dikenal juga dengan nama Tripping Jump viral dalam aplikasi Tiktok. Tantangan tersandung dalam melompat ini dilakukan dengan cara melibatkan tiga orang yang berdiri berdampingan.

Awalnya, peserta bakal melompat bersamaan. Lalu, pada percobaan berikutnya, peserta paling ujung akan menendang kaki orang yang berada di tengah saat melompat. Alhasil, orang yang berada di tengah bakal jatuh terlentang.

Skull Break Challenge di aplikasi Tiktok. (Tiktok)

Tujuan tantangan tersebut, membuat orang yang ada di tengah terjatuh dan bagian punggung mengenai lantai. Seolah-olah orang tersebut sedang terkena prank atau bahan guyonan. Mirisnya tantangan ini banyak ditiru anak-anak.

Melihat hal ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengaku khawatir trending ini membahayakan jiwa anak. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati (kiri) berbincang dengan peserta Sosialisasi Pendidikan Pranikah di Denpasar, Bali, Jumat (7/2/2020).  (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

"Itu sebenarnya sudah kita infokan melalui WA group, kita sangat menyayangkan sehingga kami perlu komunikasikan," ujar Menteri Bintang di KemenPPA, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020).

Bintang menjelaskan, untuk menangkal konten makin menyebar dan mengajak orang untuk melakukan tren yang awalnya muncul di Amerika Selatan ini, pihaknya sudah berkordinasi dengan Kemenkominfo. 

(BACA JUGAGara-gara Tiktok, Gadis Kembar Terpisah 16 Tahun Ini Bertemu)

"Kami sudah komunikasikan dengan Kominfo untuk memprotect, kasihan anak-anak dengan cara bermain seperti itu," tambahnya.

Tren itu tentu saja sangat berbahaya dan tidak baik untuk ditiru. Dampak yang dirasakan secara langsung dan sangat berbahaya adalah risiko kerusakan fisik yang cukup berat.  Korban bisa mengalami gegar otak, kerusakan tulang belakang dan tulang ekor. JIka hal itu terjadi, maka anak akan menghadapi kendala dalam beraktivitas sehari-hari.

RADIKA KURNIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments