hero
Ilustrasi Radioaktif (PIXABAY)

EDITOR : OCTOBRYAN

18 Februari 2020, 09:05 WIB

INDONESIA

Warga Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan diramaikan oleh temuan paparan radiasi nuklir. Zat radioaktif berjenis Cesium 137 atau CS-137 ini ditemukan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada Sabtu (15/2) di area tanah kosong seluas 10x10 meter. 

Terlepas dari hal itu, banyak fakta menarik dari zat yang terlihat berbahaya ini. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, Cesium 137 merupakan isotop radioaktif yang terbentuk dari reaktor nuklir atau senjata nuklir.

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). Dekontaminasi dilakukan dengan mengambil tanah dan tumbuhan yang terpapar radioaktif untuk dibawa ke Lab Nuklir untuk mengetahui tingkat keamanan paparan tinggi radioaktif di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

CS-137 secara umum dapat berimbas kepada kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan resiko kanker dari radiasi gamma yang dihasilkan.

Paparan radiasi gamma juga bisa menembus jaringan lunak, terutama jaringan otot. Sedangkan paparan eksternal dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, hingga kematian.

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif (TKBR) Gegana Brimob Mabes Polri melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). Dekontaminasi dilakukan dengan mengambil tanah dan tumbuhan yang terpapar radioaktif untuk dibawa ke Lab Nuklir untuk mengetahui tingkat keamanan paparan tinggi radioaktif di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Namun bertolak belakang dengan dampak negatif yang dihasilkan, CS-137 dalam jumlah besar sering digunakan di bidang medis. Dunia kedokteran menggunakannya sebagai terapi radiasi bagi penderita kanker.

Tak hanya medis, CS-137 juga digunakan di pabrik produksi kertas dan baja. Penggunaan CS-137 di pabrik kertas adalah sebagai pengukur ketebalan kertas. Begitu pula di pabrik baja yang menggunakan CS-137 sebagai pengukur ketebalan dan massa jenis baja.

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). Dekontaminasi dilakukan dengan mengambil tanah dan tumbuhan yang terpapar radioaktif untuk dibawa ke Lab Nuklir untuk mengetahui tingkat keamanan paparan tinggi radioaktif di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Dalam kehidupan sehari-hari, CS-137 digunakan sebagai pengawet makanan. CS-137 adalah satu dari empat jenis sinar radiasi yang boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan oleh Food and Drugs Administration (FDA).

Produk makanan akan ditembak sinar radiasi untuk mematikan bakteri. Besar energi sinar radiasi ini tentu ada batasannya. Batasan besar energi ini berbeda tergantung jenis makanan yang akan diawetkan. Proses ini dinamakan iradiasi.

(BACA JUGALimbah Radioaktif Cemari Tanggerang Selatan, Polisi: Belum Ada Indikasi Teroris)

Namun, jangan khawatir, makanan masih layak konsumsi setelah iradiasi dilakukan. Contoh produk hasil iradiasi adalah buah kaleng, susu pasteurisasi, bahkan makanan yang dibawa astronot ke luar angkasa pun melalui tahap iradiasi.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments