hero
Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif (TKBR) Gegana Brimob Mabes Polri melakukan Dekontaminasi terhadap temuan

EDITOR : OCTOBRYAN

17 Februari 2020, 16:40 WIB

TANGERANG SELATAN, INDONESIA

Kemunculan radiasi nuklir di tanah kosong Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, beberapa hari lalu mengejutkan masyarakat. 

Paparan limbah radioaktif Cesium-137 atau Cs-137 itu diketahui saat Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan uji fungsi dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong pada 30 dan 31 Januari 2020. 

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). Dekontaminasi dilakukan dengan mengambil tanah dan tumbuhan yang terpapar radioaktif untuk dibawa ke Lab Nuklir untuk mengetahui tingkat keamanan paparan tinggi radioaktif di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Secara umum, nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar). Namun, pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi.

Meski berukuran kecil, Cs-137 itu ternyata sudah mencemari tanah dan tumbuhan di sekitar tempat benda itu ditanam dengan radius 10 x 10 meter. Tim gabungan dari Bapeten dan Batan kemudian melakukan dekontaminasi titik radiasi radioaktif itu.

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). Dekontaminasi dilakukan dengan mengambil tanah dan tumbuhan yang terpapar radioaktif untuk dibawa ke Lab Nuklir untuk mengetahui tingkat keamanan paparan tinggi radioaktif di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Menanggapi peristiwa itu, Polri turut menyelidiki kasus tersebut. Namun sejauh ini polisi belum menemukan indikasi keterlibatan teroris.

"Semua masih dalam proses penyelidikan, kami kerahkan juga Satuan Gegana dari Brimob," ujar kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Senin (17/2/2020).

Asep menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam mengusut kasus paparan radioaktif di atas ambang batas normal itu. Sejauh ini, penyelidikan belum mengarah ke pelaku.

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/2/2020). Dekontaminasi dilakukan dengan mengambil tanah dan tumbuhan yang terpapar radioaktif untuk dibawa ke Lab Nuklir untuk mengetahui tingkat keamanan paparan tinggi radioaktif di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

"Hasil olah TKP kemarin, kami mengamankan beberapa sampel tanah untuk dilakukan penyelidikan terhadap bahan tersebut, dan penyebab kenapa daerah tersebut terpapar radioaktif," jelas Asep.

Sebelumnya, Batan dan Bapeten telah mengumpulkan 100 lebih drum tanah yang terpapar radioaktif Cesium-137 atau Cs-137 dari lahan kosong Perumahan Batan Indah, Setu, Tangsel.

(BACA JUGADi Usia 17 Tahun, Remaja Ini Sudah Buat Reaktor Nuklir di Halaman Rumah)

Seluruh drum sampel tanah terpapar radioaktif itu langsung dibawa ke Kantor Batan di daerah Puspitek Serpong, Tangsel yang berjarak sekitar 3 kilometer. Lalu, tim gabungan tersebut akan menggelar rapat evaluasi mengenai pengerjaan tersebut.

Sementara, serbuk cesium 137 yang ditemukan di awal, sudah tersimpan khusus. Nantinya, serbuk tersebut akan menjadi barang bukti penyelidikan kepolisian.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments