hero
Fitriani, salah satu WNI peserta observasi virus corona mencium keponakannya saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu Dini Hari (16/02/2020). (NET/Prayud

EDITOR : REZA PAHLEVI

16 Februari 2020, 19:25 WIB

SULAWESI SELATAN, INDONESIA

Tangis haru keluarga mengiringi kedatangan warga negara Indonesia (WNI) peserta observasi virus corona, asal Sulawesi Selatan, saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (16/2/2020).

Kepulangan 17 WNI asal Sulsel ini sudah ditunggu para keluarganya di bandara sejak Sabtu (15/2/2020) siang. Tak hanya itu, mereka juga membawa poster kertas bertuliskan nama keluarga yang ditunggunya.  Saat melihat anggota keluarganya keluar dari pintu kedatangan, tangis pun pecah dan mereka pun berpelukan.

Salah satunya Fitriani, gadis 25 tahun ini langsung memeluk dan mencium keponakannya. Senyum bahagia terpancar di wajahnya setelah bertemu orangtua dan keluarganya, usai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau.

Fitriani, salah satu peserta observasi virus corona saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu Dini Hari (16/02/2020).

Fitriani merupakan mahasiswi S2 yang kuliah di China University of Geosciences, Wuhan, China. Ia baru lima bulan kuliah sebelum wabah virus corona melanda Wuhan.

Mahasiswi jurusan Geofisika ini mengaku senang bisa kembali ke kampung halamannya dan bertemu keluarganya. Ia pun bercerita proses observasi yang dijalaninya penuh suka dan duka.

Ia mengatakan, proses observasi yang dilaluinya telah mengikuti prosedur sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Bahkan seluruh makanan yang diberikan ke WNI turut diawasi dan diperiksa.

“Sama dengan prosedur WHO. Makanan di sana sudah diperiksa,” ujar Fitriyani saat ditemui di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Sementara terkait kuliahnya, Fitriani mengaku akan terus melanjutkannya kuliah S2. Namun dengan cara sesuai kebijakan yang diterapkan universitasnya. “Senin saya kuliah online. Kebijakan dari kampus,” ungkap Fitriani

Yanti (kedua dari kiri, berjilbab), orangtua Fitriani, WNI asal Sulsel salah satu peserta observasi virus corona mendukung kedatangan putrinya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu dini hari (16/02/2020). (NET/Prayudha)

Rasa syukur juga diucap Yanti, Ibu Fitriani, saat melihat kondisi putrinya. Yanti mengaku perasaannya lega akhirnya dapat kembali bertemu anaknya.

Sebagai orangtua, mengetahui wabah virus Corona terjadi di Wuhan tidak membuatnya tenang. Terlebih saat mengetahui anaknya terjebak di Wuhan karena adanya kebijakan isolasi yang dilakukan pemerintah China.

“Orangtua pasti was-was. takut, khawatir. Masalah penyakitnya. Masalah bahan makanannya, semua dikhawatirkan,” ungkap Yanti.

Di tengah kekhawatirannya, Yanti tetap terus berkomunikasi dengan sang putri dengan berbagai aplikasi media sosial. “Kita di sana pake instagram dan komunikasi dengan Whatsapp,” ungkap Yanti.

Kini ke-17 WNI asal Sulsel telah dikembalikan ke rumahnya masing-masing dengan keadaan sehat. Bahkan, mereka semua memiliki sertifikat sehat yang dikeluarkan pemerintah.

Sebelumnya, usai menjalani masa observasi selama 14 Hari, 285 peserta proses observasi virus Corona Warga Negara Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau, dipulangkan ke rumah masing-masing, Sabtu (15/02/2020).

Ke 285 Orang WNI tersebut terdiri dari 238 warga dan mahasiswa, 5 orang dari KBRI yang bertugas mencari warga di Wuhan, dan 42 orang penjemput.  Ke 42 orang penjemput ini terdiri dari 18 orang kru Pesawat Batik Air, 3 Orang dari Kemenkes, 3 Orang dari Kemenlu, 8 Orang dari Kesehatan TNI dan 10 orang pengamanan dari TNI.

PRAYUDHA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments