hero
Ilustrasi korban perdagangan wanita. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

14 Februari 2020, 18:00 WIB

INDONESIA

Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri menangkap 4 penyedia jasa prostitusi di Puncak Bogor, Jawa Barat. Dalam penangkapan tersebut, seorang warga negara asing berinisial AA turut diamankan polisi.

Direktur tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo mengatakan, kegiatan prostitusi di Puncak Bogor telah dikenal umum oleh wisatawan asing. Modus mereka, lanjut Ferdy, ialah menawarkan jasa tersebut melalui kawin kontrak dan booking out.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen pol Ferdi Sambo (kiri) menginterogasi tersangka saat ungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (14/2/2020). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Mucikari wanita ini berasal negara asing diketahui dari identitas yang bersangkutan," ujarnya di gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

Ferdy menjelaskan, kasus bermula dari beredarnya video di youtube dengan Bahasa Inggris ‎yang menawarkan adanya wisata seks halal di Puncak Bogor. Setelah mendapatkan pelanggan, AA kemudian melakukan kontak dengan jaringannya di Puncak untuk menyediakan wanita. 

Sejumlah tersangka dihadirkan saat ungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Bareskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus praktek wisata seks halal di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat dengan mengamankan empat orang tersangka dan sejumlah barang bukti. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Akhirnya dilakukan penyelidikan dan ditangkap lima tersangka, yakni NN (penyedia perempuan), OK (penyedia perempuan), HS (penyedia laki-laki, Warga Negara Arab), DO (yang membawa korban untuk di booking)," tambahnya.

Ferdi menambahkan, para pelaku menetapkan variasi harga untuk para pelaku yang ingin melakukan kawin kontrak.

Sejumlah korban dihadirkan saat ungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Bareskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus praktek wisata seks halal di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat dengan mengamankan empat orang tersangka dan sejumlah barang bukti. (ANTARA FOTO/Rivan Awal)

Untuk kawin kontrak dipatok Rp7 juta dengan jangka waktu pemakaian 1 minggu, sedangkan booking out dibanderol Rp500 ribu berdurasi 2 sampai 3 jam.

Data yang diperoleh NET.Z, tiap mucikari memiliki 20-30 orang wanita yang siap dipertemukan dengan WNA yang membutuhkan. Para perempuan tersebut ‘dipelihara’ di salah satu tempat di puncak Bogor.

(BACA JUGA: Korban Prostitusi Anak di Kalibata City Kerap Dianiaya)

"Keuntungan penyedia wanita ini 40 persen. Kalau misalnya dibayar Rp500 ribu, 40 persen dia dapat. Dibayar dia Rp7 juta, 40 persen dia dapatnya itu. Sisanya untuk korban itu," bebernya.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 2 tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun, maksimal 15 tahun. 

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments