hero
Karyawan melakukan proses digitalisasi naskah koleksi Perpustakaan Reksa Pustaka di Keraton Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020). Proses digitalisasi arsip dan dokumen koleksi Perpustak

EDITOR : OCTOBRYAN

14 Februari 2020, 14:40 WIB

SOLO, INDONESIA

Perpustakaan Reksa Pustaka di Keraton Mangkunegaran Solo memulai langkah digitalisasi ribuan koleksi dokumen bersejarah dan naskah kuno guna melindungi dan melestarikan naskah kuno dari kerusakan.

Pengelola Naskah Kuno Perpustakaan Reksa Pustaka Darweni mengatakan, arsip-arsip yang terdapat di Keraton Mangkunegaran, pada umumnya masih berupa kertas yang disimpan untuk dijaga nilai keaslian serta terlindung dari berbagai faktor yang mempengaruhi kerusakan dokumen arsip tersebut.

Salah satu buku naskah kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Pura Mangukunegaran Solo. (NET/Angga)

”Koleksi perpustakaan Reksa Pustaka itu sudah sangat tua, kalau kita mengingat sejarah berdirinya, sampai saat ini sudah 152 tahun," ujar Darweni kepada NET.Z di Solo, Kamis (13/2/2020).

Darweni menambahkan, resiko kerusakan bertambah apabila buku tersebut dipinjamkan ke pengunjung. Selama ini, perpustakaan selalu mendampingi pengunjung bila ingin membaca koleksi kuno.

"Langkah digitalisasi ini dilakukan agar pembaca masih bisa membaca naskah kuno bersejarah, dengan tetap menjaga fisik aslinya agar tidak semakin rusak," tuturnya.

Salah satu buku naskah kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Pura Mangukunegaran Solo. (NET/Angga)

Darweni melanjutkan, koleksi perpustakaan ini terdiri dalam tulisan Jawa kuno, Bali, maupun aksara gundul khas melayu dari pemerintahan asing seperti Jepang dan Belanda.

Kumpulan naskah kuno ini, merupakan koleksi pribadi. Arsip-arsip ini merupakan peninggalan Mangkunegaran- I sampai Mangkunegaran ke-VII. Salah satu koleksi, merupakan buku Wiwit Nabi Adam Dumugi Ratu-Ratu Tanah Jawi. Buku ini merupakan manuskrip tertua karangan Pangeran Samber Nyawa yang ditulis pada 1695 Saka atau 1769 Masehi.

"Koleksi naskah kuno di Perpustakaan Reksa Pustaka totalnya 11.000 buku dengan dua juta lembar," tambahnya.

Karyawan melakukan proses digitalisasi naskah koleksi Perpustakaan Reksa Pustaka di Keraton Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020). Proses digitalisasi arsip dan dokumen koleksi Perpustakaan Mangkunegaran tersebut dilakukan untuk menyelamatkan arsip kuno yang mudah rapuh menjadi bentuk digital sehingga mempermudah pengunjung dalam mengaksesnya. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Sementara itu Direktur PT Unibless Indo Multi Sylvie Selyn Sembiring mengatakan Ada beberapa tahap digitalisasi arsip yang dilakukan, diantaranya persiapan perangkat pemindai, pemilahan arsip dan implementasi alih media ke aplikasi Electronic Filling System (EFS) dan mengembangkan aplikasi Electronic Filling System (EFS). 

"Arsip tersebut kami digitalisasi, kami jadikan bentuk file PDF dan kami simpan di komputer. Hasil pemindaian itu kami edit dan dijadikan sebuah buku elektronik dengan aplikasi Flipbook," kata Selyn.

(BACA JUGAMicrolibrary, Perpustakaan Instagramable di Bandung)

Menurut Sylvie, hal tersebut terkait dengan lnstruksi Presiden No.3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, maka semua yang berhubungan dengan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat ke depan harus bisa disajikan secara elektronik. 

"Teknologi ini nantinya akan memudahkan pengunjung dengan cukup memindahkan kursor ke kanan dan kiri jika ingin memindahkan halaman," tutup Selyn.

ANGGA EKA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments