hero
Sekretaris Jenderal WHO dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. (UN.ORG)

EDITOR : OCTOBRYAN

12 Februari 2020, 13:45 WIB

SWISS

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama baru untuk virus mematikan asal Wuhan, China, Selasa (11/2/2020). Virus Corona yang sebelumnya disebut 'penyakit pernafasan akut 2019-nCoV' itu, kini memiliki nama resmi "COVID-19". 

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan nama itu adalah COVID-19," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, Swiss sebagaimana diberitakan AFP.

Anggota tim medis yang ditugaskan untuk memindahkan pasien diduga atau positif virus korona baru ke lokasi perawatan yang ditentukan memakai baju pelindung di Kunming, provinsi Yunnan, China, Minggu (9/2/2020). ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS/ama/cfo

Tedros mengatakan bahwa "co" adalah singkatan dari "corona", "vi" untuk "virus" dan "d" untuk "disease/penyakit", sementara "19" adalah untuk tahun penemuannya. Sebelumnya diketahui, wabah ini pertama kali diidentifikasi pada tanggal 31 Desember 2019 di kota Wuhan, China.

Tedros mengatakan, dipilihnya nama itu juga bertujuan untuk menghindari referensi ke lokasi geografis, spesies hewan atau sekelompok orang tertentu. "Penentuan nama itu juga sesuai dengan rekomendasi internasional yang bertujuan mencegah stigmatisasi," kata Tedros.

Seorang penumpang memakai masker dan menutup dirinya dengan plastik berjalan di luar stasiun kereta Shanghai di Shanghai, China, saat negeri tersebut sedang terjadi penularan virus korona baru, Minggu (9/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/aww/cfo

WHO sebelumnya memberi nama sementara virus corona dengan sebutan 2019-nCoV. Sementara Komisi Kesehatan Nasional China pekan ini mengatakan sementara akan menggunakan nama novel coronavirus pneumonia atau NCP.

Hingga Selasa (11/2) wabah virus corona dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang. Sebagian besar di China, sementara dua korban lainnya di Hong Kong dan Filipina.

Penumpang memakai masker dan kantong plastik berjalan di luar stasiun kereta Shanghai di Shanghai, China, saat negeri tersebut sedang terjadi penularan virus korona baru, Minggu (9/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/aww/cfo

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia sampai hari ini tercatat mencapai 42,500 orang. Sampai saat ini di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus corona tercatat ada 974 orang yang meninggal akibat terinfeksi. Sebanyak 103 orang di antaranya meninggal kemarin.

Lebih dari 25 ribu penduduk Hubei dirawat akibat virus corona. Dari jumlah itu ada 1,298 berada dalam kondisi kritis. 

Coronavirus atau virus Corona termasuk keluarga besar virus yang diketahui juga menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

(BACA JUGATerisolasi Akibat Corona, Begini Cara Orang Wuhan Mendapatkan Makanan)

Novel coronavirus (CoV) belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus pada dasarnya dari binatang pindah ke manusia, dan 80 persen penyakit baru berasal dari zoonosis. 

Tanda-tanda orang terjangkut virus ini seperti gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas. Virus corona strain baru ini belum ditemukan vaksinnya.

TIM LIPUTAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments