hero
Ilustrasi Pernikahan. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

11 Februari 2020, 16:50 WIB

DEPOK, INDONESIA

Bagi pengantin, hari pernikahan adalah salah satu hari spesial yang ada di hidup mereka, terlebih di Indonesia pernikahan sendiri merupakan sesuatu yang dianggap sakral.

Berbagai persiapan dilakukan calon pengantin termasuk menabung untuk membayar berbagai perlengkapan pada hari pernikahan. Hal itu juga dilakukan Brigitta Palmaria dan Andrew Yucca. Calon pengantin asal Bekasi, Jawa Barat ini memutuskan bahwa tangga 10 Oktober 2020 adalah hari spesial untuk memulai babak baru kehidupan.

Pasangan calon pengantin Andrew Yucca (kiri) dan Brigitta Palmaria. (NET/Nadia)

Mulailah mereka mencari penyedia jasa pernikahan di media sosial Instagram dan mendapatkan informasi soal wedding organizer Pandamanda milik Anwar Said.

Promo akhir tahun yang menggiurkan membuat Brigitta dan Andrew jatuh hati. Bukan tanpa sebab, Pandamanda menawarkan 4 paket promo murah. Paket pertama senilai Rp47 juta dengan benefit 500 porsi makanan, 250 undangan, plus subsidi gedung Rp1 juta jika membayar full sebelum acara.

Kemudian, paket promo senilai Rp55 juta sudah termasuk 600 porsi makanan, 300 undangan, plus subsidi gedung Rp1 juta jika membayar full sebelum acara. Selanjutnya, paket promo dengan 800 porsi makanan, 400 undangan, plus subsidi gedung Rp1 juta jika membayar full sebelum acara senilai Rp67 juta.

Plang nama Wediing Organizer Pandamanda di Kawasan Pancoran Mas Kota Depok disegel polisi. (NET/Damar) 

Paket promo terakhir senilai Rp78 juta dengan benefit 1000 porsi makanan, 500 undangan, plus subsidi gedung Rp1 juta jika membayar full sebelum acara. Selain benefit tersebut, semua paket itu juga sudah termasuk foodstall, dekorasi cathering, dekorasi pelaminan, tata rias dan busana, perlengkapan, dokumentasi, MC dan pemain musik.

"Akhirnya kami setor Rp45 juta. Rp25 juta bulan September, sisanya Rp20 juta di bulan November," ujar Brigitta.

Ketika menyetor uang, Brigitta tidak curiga lantaran telah melihat ulasan pelanggan Pandamanda sebelumnya. Bahkan Brigitta juga sempat mendatangi galeri Pandamanda untuk mencoba makanan resepsi.

Para korban Wedding Organizer Pandamanda melapor ke Polres Depok. (NET/Damar) 

"Kita datang, kita cobain makanannya itu. Lumayan kok. Kemudian kita tanya-tanya promonya, gimana benar nggak yang di sini,?" lanjutnya.

Belum terjawab pertanyaan Brigitta, berita viral soal penikahan tanpa makanan dan dekorasi datang dari media sosial. Seorang pengguna Twitter datang ke acara pernikahan temannya di Kalibata yang menggunakan jasa WO Pandamanda. Pernikahan temannya tersebut menjadi mimpi buruk karena berantakan.

Mulai dari catering yang tidak hadir, dekor yang setengah jadi dan harus menggunakan janur sisa. Baju pernikahan yang tidak pas dan cincin yang belum dikecilkan.

Anwar Said, pemilik Wedding Organizer Pandamanda ditahan polres Depok karena diduga menggelapkan uang calon pengantin. (NET/Damar)

Anwar Said, pemilik Wedding Organizer Pandamanda berkilah peristiwa itu terjadi akibat kurangnya jumlah pegawai. Anwar beralasan ada 10 event yang digarap Pandamanda dalam waktu bersamaan.

"Masalahnya kemarin karena pengiriman makanan dan dekorasi. SDM kami juga terbatas hanya ada 6 pegawai," ujarnya saat dihadirkan sebagai tersangka oleh Polres depok, Kamis (6/2/2020) lalu.

Polisi menyita dua buah kendaraan operasional Wedding Organizer Pandamanda. (NET/Damar)

Namun alasan itu tidak diterima polisi. Kapolres Depok Komisaris Besar Aziz Andriansyah mengatakan perbuatan yang dilakukan Anwar Said mengandung unsur pidana penipuan.

"Kita coba dia menghitung sendiri dapat apa saja dengan harga terendah Rp50 juta. Setelah dia hitung sendiri ternyata kurang," jelas Aziz.

(BACA JUGAPenuhi Nazar, Maman Bentangkan Karpet Merah lebih dari Satu Kilometer Menuju Pelaminan)

Kasus ini terbongkar setelah dua korbannya melapor ke polisi lantaran pesta penikahan yang digelar Minggu (2/2/2020) lalu berantakan. Hingga kini polisi telah menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan dari kantor Pandamanda di kawasan Pancoran Mas Depok.

Polisi juga membuka posko pengaduan untuk para korban yang tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

"Hingga kini sudah 60 orang yang melapor," pungkas Aziz.

DAMAR PAMUNGKAS | NADIA SOEKARNO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments