hero
Ilustrasi helikopter angkut sedang Mil Mi-17 yang dilaporkan hilang dalam penerbangan Oksibil-Sentani, 28 Juni 2019. Helikopter menengah buatan Mil Helicopters, Rusia, ini termasuk yang paling luas pe

EDITOR : OCTOBRYAN

11 Februari 2020, 12:25 WIB

PAPUA, INDONESIA

Setelah lebih dari setengah tahun menghilang karena diduga jatuh, puing helikopter MI-17 milik TNI AD ditemukan di kawasan pegunungan Papua.

Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, mengkonfirmasi bahwa lokasi Heli MI 17 Penerbad No Reg HA 5138 telah ditemukan di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kab. Pegunungan Bintang.

Kawasan Pegunungan Kowr, Bolom-bolom, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, lokasi jatuhnya   helikopter TNI AD MI-17.  (Kodam XVII/Cenderawasih)

"Betul, tadi saya melihat langsung lokasi puing dari ketinggian 12.500 feet," ujar Herman melalui keterangan tertulis kepada NET.Z, Selasa (11/2/2020).

Herman menjelaskan, pihaknya akan berfokus pada proses evakuasi bangkai helikopter. Jenderal bintang dua itu harus memperhitungkan berbagai persiapan tim evakuasi karena lokasi yang sulit dijangkau.

"Lokasi puing berada di tebing dengan sudut hampir 90°", tukasnya.

Puing yang diduga helikopter MI-17 milik TNI AD  ditemukan di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kab. Pegunungan Bintang. (Kodam XVII/Cenderawasih)

Herman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan masyarakat Pegunungan Bintang serta unsur TNI - Polri atas partisipasinya sebagai pemberi informasi dan penunjuk jalan dan memberikan dukungan sehingga Heli yang jatuh telah ditemukan saat ini. 

"Mengingat lokasi tersebut masih dianggap sakral oleh masyarakat, kami juga mohon ijin dan restu kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Distrik Oksop untuk mendukung kami dalam misi kemanusiaan," tambah Herman saat bertemu dengan tokoh masyarakat di aula Koramil Oksibil sesaat setelah mendarat kembali di Bandara Oksibil.

(BACA JUGAElang Hitam, Drone Militer Pertama Indonesia)

Heli MI 17 Penerbad No Reg HA 5138 buatan Rusia itu dinyatakan hilang sejak tanggal 28 Juni 2019. Heli dinyatakan lost contact ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan dropping logistik bagi pos TNI AD yang berada di Kab. Pegunungan Bintang. 

Heli mengangkut 7 orang crew Penerbad dan 5 orang prajurit Satgas Yonif 725/Wrg. Dari pengamatan udara terhadap puing-puing pesawat kuat dugaan bahwa heli tersebut menabrak dinding tebing saat cuaca berkabut tebal.

TIM LIPUTAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments