hero
(Al Jazeera)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

7 Februari 2020, 11:21 WIB

AMERIKA SERIKAT

Rencana untuk melengserkan Donald Trump dari kursi Presiden Amerika Serikat gagal setelah mayoritas anggota Senat yang dikuasai oleh Partai Republik tidak menyetujui. Untuk memakzulkan Trump, setidaknya harus mendapat pesetujuan dari dua lembaga sekaligus yaitu DPR dan Senat AS.

Anggota DPR Amerika yang diketuai oleh Nancy Pelosi lah yang awalnya melemparkan rencana pemakzulan itu. DPR sendiri dikuasai oleh Partai Demokrat rival dari partainya Trump. Dalam sidang yang digelar selama dua minggu, Trump tidak terbukti melakukan dua pasal yang dakwakan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

#Repost @whitehouse ・・・ ACQUITTED.

Sebuah kiriman dibagikan oleh President Donald J. Trump (@realdonaldtrump) pada

Penolakan mewarnai hasil voting Rabu pada (05/02/20). Di pasal pertama penyalahgunaan kekuasaan, 52 suara menolak dakwaan sedangkan 48 menerima. Senada dengan dakwaan kedua, terkait upaya menghalangi kongres ada sebanyak 53 anggota Senat menolak sementara 47 lainnya menerima dakwaan tersebut.

Hasil kongres ini membuat Nancy Pelosi geram. Menurut Pelosi, anggota Senat Republik dianggap melawan keinginan mayoritas rakyat Amerika dengan meloloskan Trump. Pelosi juga menyebut jika Trump akan terus menjadi ancaman demokrasi.

“Karena pengkhianatan Senat Republik terhadap Konstitusi, Presiden tetap menjadi ancaman berkelanjutan bagi demokrasi Amerika, dengan desakannya bahwa ia berada di atas hukum dan bahwa ia dapat merusak pemilihan jika ia mau. DPR akan terus melindungi Konstitusi,” tulis Pelosi di akun Instagramnya yang diunggah pada (06/02/20).

Hasil ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Justru yang membuat publik Amerika heran yaitu pilihan Mitt Romney mendukung pelengseran Trump. Romney sendiri merupakan anggota Senat yang sama-ama berasal dari satu partai dengan Trump yaitu dari Partai Republik.

Pemazulan Donald Trump ini memunculkan dua kubu yang saling berseberangan. Kaum konservatif bersatu dengan penjunjung supermasi kulit putih mendukung Partai Republik. Sementara kaum muda yang liberal menyatu dengan kulit hitam dan latin menjadi bagian dari Partai Demokrat.

BERBAGAI SUMBER

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments