hero
(Meituan)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

7 Februari 2020, 10:12 WIB

CINA

Wabah virus Corona yang melanda Kota Wuhan, Provisi Hubei, Cina membuat wilayah ini terisolasi bak kota mati. Warga yang masih tinggal di sana kesulitan untuk mendapatkan makanan karena akses keluar masuk kota ini ditutup, hanya kendaraan-kendaraan tertentu yang diperbolehkan masuk.

Pembatasan ketat pada 11 juta penduduk Wuhan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit, membuat warga kesulitan belanja untuk kebutuhan sehari-hari ataupun makan di restoran. Media social Cina Weibo, dipenuhi keluhan betapa susahnya mendapatkan makanan.

(Meituan)

Xingxing Yin, salah satu warga Wuhan mengatakan jika untuk membeli sayuran saya sangat susah. Sejumlah harga makanan pokok mahal jika dibandingkan dengan harga biasanya. Bahkan mendapatkan makanan yang dikirim juga berisiko.

"Saya dulu memesan makanan berkali-kali dalam seminggu, tapi sekarang jauh lebih sedikit, sekitar empat kali seminggu. Karena ingin menghindari kontak langsung dengan kurir pengantar makanan," ungkap Xingxing Yin, seorang pelajar dari Wuhan, seperti dikutip dari BBC pada (07/02/20).                            

Beruntung masih Meituan, salah satu perusahaan pengiriman makanan Cina yang menggunakan teknologi untuk mengadaptasi masalah ini. Meituan sendiri sekarang punya 440 juta pelanggan dan 700 ribu diantaranya pelanggan harian.

(Meituan)

Dengan menggunakan jaringan luas dan teknologi yang ada, mampu membantu menolong warga di Wuhan dan provinsi Hubei selama krisis. Meituan, yang didukung oleh perusahaan internet raksasa Tencent. Dengan aplikasi ini antara kurir dan pelanggan tidak harus bertemu langsung.

Pengguna cukup menambahkan catatan ke kurir, untuk meminta mereka menaruh makanan di depan pintu. Pelanggan juga bisa menelepon atau mengirim pesan kepada kurir di dalam aplikasi untuk mendiskusikan lokasi mengantar makanan.

Fitur aplikasi bebas kontak manusia yang baru dari Meituan ini pertama kali diluncurkan di Wuhan, diluncurkan secara nasional dan sekarang mencakup 184 kota. Meituan mengharapkan fitur tersebut tersedia di seluruh Cina pada akhir minggu ini.

(Meituan)

Meituan juga membagikan 5.000 makanan gratis setiap hari kepada staf medis di Wuhan dan mengirimkan bahan-bahan segar untuk dimasak. Kalau biasanya Meituan, mengirimkan makanan segar ke restoran, sekarang mengirimkan produk ke rumah sakit.

''Dalam kondisi saat ini kami pikir beberapa lembaga medis dan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) perlu membeli bahan dan memasak untuk diri mereka sendiri,'' kata Whitney Yan, juru bicara Meituan.

Perusahaan raksasa pengiriman makanan itu telah menyumbangkan 200 juta yuan atau sekitar Rp430 miliar untuk membantu pasokan makanan bagi staf medis di Hubei. Saingan utama Meituan di sektor pengiriman makanan, Alibaba, menyumbang 1 miliar yuan atau hampir Rp 2 triliun untuk membeli bahan medis untuk rumah sakit di Wuhan dan Provinsi Hubei.

ESTHER CRAMER | HUBEI

 

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments