hero
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Gatot Subroto, Rabu (5/2/2020). Lembaga pemantau kemacetan lalu lintas, TomTom Traffic Index, menempatkan Jakarta di peringkat ke-10 sebagai kota termacet di dunia

EDITOR : OCTOBRYAN

6 Februari 2020, 18:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Lembaga pemantau kemacetan lalu lintas asal Inggris, TomTom Index kembali merilis hasil indeks lalu lintas kota- kota termacet di dunia selama 2019. Dalam indeks tersebut, mereka menempatkan Jakarta di peringkat 10 dari 416 negara dengan tingkat kemacetan 53 persen.

Hasil survei terbaru TomTom Traffic Index di 2019 ini dihitung setidaknya dari 416 kota dari 57 negara di enam benua. Penelitiannya melibatkan berbagai unsur seperti pengendara, kebijakan pemerintah, rencana tata kota, hingga produksi kendaraan.

Data Tom Tom Index soal kemacetan Jakarta 2019. 

Dalam satu tahun, total jam kemacetan di Jakarta mencapai 174 jam, atau sama dengan 7 hari dan 6 jam. Saking tingginya angka ini, situs Tomtom menganalogikannya sama dengan menonton 154 episode serial Game of Throne, atau menanam 175 pohon.

Data lainnya menunjukan ketika jam kerja, hari senin pagi menjadi waktu paling macet tiap minggunya. Sementara ketika malam hari, Jumat menjadi saat paling macet dengan rata-rata mencapai lebih dari 90 persen.

Pengendara sepeda motor melintasi jalan alternatif TPU Menteng Pulo untuk menghindari kemacetan di Jakarta, Rabu (5/2/2020). Lembaga pemantau kemacetan lalu lintas, TomTom Traffic Index, menempatkan Jakarta di peringkat ke-10 sebagai kota termacet di dunia pada 2019 dengan tingkat kemacetan mencapai 53 persen. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sementara tomtom juga menyebutkan waktu termacet di Jakarta di 2019 terjadi pada hari Jumat pukul 17.00-18.00 WIB. Ia meminta warga Jakarta menghindari waktu itu untuk kenyamanan berkendara.

Untuk hari paling macet jatuh pada 6 Maret 2019. Tingkat kemacetannya bahkan mencapai 91 persen. Padahal rata-ratanya dalam satu tahun adalah 53 persen.

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Casablanca, Rabu (5/2/2020). Lembaga pemantau kemacetan lalu lintas, TomTom Traffic Index, menempatkan Jakarta di peringkat ke-10 sebagai kota termacet di dunia pada 2019 dengan tingkat kemacetan mencapai 53 persen. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sementara itu pada 2019, hari paling tidak macet adalah pada tanggal 4 Juni. Hari ini bertepatan dengan libur idul fitri ketika warga Jakarta tengah ramai melakukan mudik ke kampung halaman.

Sebenarnya Dengan Jakarta menempati peringkat 10, ini berarti ibu kota telah turun tiga peringkat. Pada 2018, Jakarta menempati urutan 7 kota termacet dunia.

(BACA JUGAPolemik Jalur Sepeda Jakarta, Siapa Yang Diuntungkan?)

Meski turun peringkat, sebenarnya tingkat kemacetan di Jakarta tidak menurun. Pada tahun 2018, tomtom menyebut tingkat kemacetan Jakarta sebesar 53 persen. Begitu pula dengan rilisan tahun 2029, tak ada yang berubah.

NESSA DARMAWAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments