hero
Salah satu adegan dalam pementasan drama kolosal Jenderal Besar Soedirman, yang digelar di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (04/02/20). (BAYU NUR SASONGKO)

EDITOR : OCTOBRYAN

5 Februari 2020, 18:35 WIB

KAB. PURBALINGGA, INDONESIA

Bunyi ledakan terdengar keras, warga berlarian keluar sebelum reruntuhan rumah menimpa mereka. Dalam jarak lima ratus meter, sekelompok tentara bersenjata laras panjang mengejar dan menganiaya warga.

Peristiwa itu tidak berlangsung lama, puluhan pasukan datang mengusir tentara yang menganiaya warga. Bersama mereka, ada sosok lelaki flamboyan yang duduk di atas tandu sembari memberikan komando.

Salah satu adegan dalam pementasan drama kolosal Jenderal Besar Soedirman, yang digelar di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (04/02/20). (BAYU NUR SASONGKO)

Adegan ledakan dan pengusiran tentara adalah fragmen agresi militer Belanda dalam drama kolosal kisah perjalanan hidup, perjuangan, serta kepahlawanan Jenderal Besar Soedirman di lapangan Stadion Goentur Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (04/2).

Terik yang menyengat kulit tidak menyurutkan semangat 300 orang yang terdiri dari para pelajar, anggota TNI, dan Polri turut berbagi peran dalam berbagai adegan drama.

Suasana yang dibangun dan kostum para pemainnya pun disesuaikan dengan alur cerita yang berlatar belakang zaman perang mempertahankan kemerdekaan.

Salah satu adegan dalam pementasan drama kolosal Jenderal Besar Soedirman, yang digelar di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (04/02/20). (BAYU NUR SASONGKO)

Jenderal Besar Soedirman, memiliki tempat khusus bagi warga Purbalingga, sebab ahli strategi perang gerilya ini lahir di sini pada 24  Januari 1916. 

Sersan Dua Agus Wahyudi anggota Koramil 10 Mrebet, Kodim 0702 Purbalingga, mengaku bangga dan terharu atas peran yang dilakoninya dalam drama itu.

"Saya patut berbangga, sehingga dengan maksimal saya memerankan beliau. Jenderal Besar Soedirman adalah panutan untuk seluruh tanah air, terutama bagi kami anggota TNI. Karena beliaulah kami lahir, dan karena beliau juga TNI menjadi seperti ini," ujar Agus usai pementasan drama.

Salah satu adegan dalam pementasan drama kolosal Jenderal Besar Soedirman, yang digelar di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (04/02/20). (BAYU NUR SASONGKO)

Seorang mahasiswi asal Purbalingga bernama Yulita Nurahmawati, yang menyaksikan pementasan drama itu, sejak awal atau adegan Jenderal Soedirman dilahirkan, hingga adegan Pak Dirman wafat, merasa bangga. 

Bukan tanpa sebab, panglima besar ini dikenal memiliki karakter pekerja keras dan berjuang tulus bagi kemerdekaan Indonesia.

 "Adegan paling menyentuh adalah bagian dimana Pak Dirman harus berjuang dalam keadaan sakit dan ditandu," ungkap gadis 18 tahun itu.

Salah satu adegan dalam pementasan drama kolosal Jenderal Besar Soedirman, yang digelar di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (04/02/20). (BAYU NUR SASONGKO)

Sementara itu Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0702 Purbalingga Letnan Kolonel Infanteri Yudhi Novrizal mengatakan, drama kolosal itu merupakan rangkain acara Festival Jenderal Soedirman. 

"Diharapkan ini dapat meningkatkan kembali semangat patriotisme warga. Kami para penerus berjanji untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, dan akan tetap meneruskan perjuangan Pak Dirman," ujar Yudhi.

(BACA JUGA: Para Pengibar Sang Saka Merah Putih)

Yudhi berharap, agar masyarakat dapat melihat nilai-nilai sejarah yang tergambarkan dalam drama kolosal itu. "Warga Purbalingga harus bangga karena memiliki pahlawan yang diakui dunia," kata Dandim.

Jenderal Besar Soedirman wafat pada 29 Januari 1950 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta. Nama Jenderal Soedirman juga diabadikan menjadi nama-nama jalan protokol hampir di seluruh kota di Indonesia, nama lapangan udara, serta nama universitas negeri.

BAYU NUR SASONGKO

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments