hero
Ilustrasi kekerasan anak. (NET/Farabi)

EDITOR : OCTOBRYAN

30 Januari 2020, 13:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Kepolisian Resort Jakarta Selatan mengungkap kasus prostitusi dan perdagangan anak yang disertai kekerasan pada korbannya di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Terbongkarnya kejahatan ini berawal dari laporan warga terkait orang hilang. Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama, mengatakan laporan itu diterima oleh Polres Metro Depok pada 23 Januari 2020.

 Dua Pelaku berinsial JF (29) dan NF (19) ditahan Polres Jakarta Selatan. (NET/Okta) 

Setelah mendapatkan informasi, polisi kemudian menggerebek kamar apartemen sewaan yang dijadikan tempat prostitusi. Dalam tempat 'eksekusi' itu polisi akhirnya menemukan korban bernama JO (15). 

Tidak hanya diperdagangkan, JO sering dianiaya seperti digigit dan dipukul. Bahkan JO dipaksa meminum minuman keras oleh anak-anak lain.

Barang bukti hasil kejahatan tindak pidana kekerasan dan perdagangan anak di apartemen Kalibata City. (NET/Okta)

"Kami mengamankan enam pelaku di apartemen Kalibata City," ujar Bastoni di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Bastoni menjelaskan, empat pelaku yang melakukan kekerasan terhadap JO adalah ZMR (16), NA(15), AS (17) dan MTG (16). 

Dua Pelaku berinsial JF (29) dan NF (19) ditahan Polres Jakarta Selatan. (NET/Okta) 

"Penyiksaan itu dilakukan atas dasar perintah dari pelaku JF (29) dan NF (19)," jelas Bastoni.

Bastoni menyebutkan, para pelaku memperdagangkan anak-anak di bawah umur tersebut dengan beriklan menggunakan aplikasi Michat dan Wechat.

Polres Jakarta Selatan didampingi pihak KPAI dan Komnas Anak mengelar konferensi pers kasus kasus prostitusi dan perdagangan anak yang disertai kekerasan pada korbannya. (NET/Okta)

Para korban dibayar dengan tarif berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp900 ribu per orang. Dari jumlah yang didapatkan para korban disetor kepada pelaku sebesar Rp100 ribu, lalu Rp50 ribu untuk joki dan sewa apartemen per hari Rp350 ribu.

"Rata-rata anak putus sekolah," tambahnya.

(BACA JUGAPolisi: 5 dari 18 Tower di Kalibata City Jadi Sarang Prostitusi)

Lebih lanjut, dikatakan Bastoni, tersangka AS, NA, MTG, dan ZMR saat ini dititipkan di Rumah Tahanan Kementerian Sosial karena masih di bawah umur. Sedangkan, JF dan NF ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 76 C juncto pasal 80 dan Pasal 76 ayat 1 juncto pasal 8 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

OCTA BARRY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments