hero
Putri Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud menjadi korban penipuan. (Flickr)

EDITOR : OCTOBRYAN

28 Januari 2020, 19:45 WIB

BALI, INDONESIA

Putri Arab, Putri Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud menjadi korban penipuan warga negara Indonesia inisial EMC alias Evie dan EAH alias Eka sekitar USD 36 Juta atau Rp512 Milyar Lebih.

Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo menjelaskan kasus ini dilaporkan oleh kuasa hukum Putri Lolowah bulan Mei 2019.

Pekerja beraktivitas di lokasi villa yang diduga menjadi objek penipuan dengan korban Princess Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud di kawasan Desa Pejeng Kawan, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Rabu (29/1/2020). Putri Kerajaan Arab Saudi tersebut diwakili kuasa hukumnya melaporkan dua WNI berinisial EMC dan EAH terkait dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang senilai sekitar Rp505 miliar yang telah dibayarkan untuk pembangunan Villa Kama dan Amrita Tedja serta pembelian sebidang tanah di Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Menurut dia, kuasa hukum melaporkan adanya dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan/atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan PemberantasanTindak Pidana Pencucian Uang.

“Kerugian ditaksir RP512 Milyar,” Kata Sambo kepada NET.Z di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Suasana di bangunan villa yang diduga menjadi objek penipuan dengan korban Princess Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud di kawasan Desa Petulu, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (29/1/2020). Putri Kerajaan Arab Saudi tersebut diwakili kuasa hukumnya melaporkan dua WNI berinisial EMC dan EAH terkait dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang senilai sekitar Rp505 miliar yang telah dibayarkan untuk pembangunan Villa Kama dan Amrita Tedja serta pembelian sebidang tanah di Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Sambo menjelaskan duduk perkaranya, dimana korban Putri Lolowah telah mengirimkan uang sebesar USD 36.106.574,84 atau sebesar Rp. 505.492.047.760 sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018.

“Uang itu untuk pembelian tanah dan pembangunan Villa Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali,” ungkap Sambo.

Putri Lolowah 

Namun, kata Sambo, pembangunan belum selesai sampai tahun 2018. Berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, telah melakukan penilaian atas nilai bangunan Villa Kama dan Amrita Tedja sesuai kondisi fisik bangunan.

“Dan didapatkan nilai bangunan yang telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” ujarnya.

Kemudian, Sambo mengatakan, tanah dan villa tersebut akan dibalik nama atas nama perusahaan PT Eastern Kayan. Namun, sampai sekarang tanah dan villa masih atas nama tersangka.

Selain itu, Sambo menambahkan pelaku juga menawarkan sebidang tanah kepada korban seluas 1.600 M2 di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali yang seolah-olah tanah tersebut dijual oleh pemiliknya. 

(BACA JUGA: Ini Pesan Terakhir Rasulullah saat Menunaikan Ibadah Haji)

“Kemudian, korban mengirimkan sejumlah uang sebesar USD 500.000 kepada tersangka. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi bahwa tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual,” katanya.

Putri Lolowah merupakan putri dari Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud. Putri Lolowah yang lahir tahun 1948 merupakan putri Raja Faisal dari istri keduanya, Effat Al-Thunayan. Kini usianya sudah 72 tahun

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments