hero
(Inside Edition)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

28 Januari 2020, 17:40 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Virus Corona yang telah menyebar ke 16 negara dan menelan korban jiwa sebanyak 106 orang. Cepatnya penyebaran virus ini membuat sejumlah negara mulai mengantisipasi dengan memberlakukan berbagai kebijakan. Salah satunya yaitu dengan menghentikan sementara penerbangan ke Wuhan, Hubei, Cina.

Selain menyediakan rumah sakit rujukan dan menambah tenaga medis, pembagian masker juga jadi salah satu langkah antisipasi. Bahkan di beberapa daerah Cina diberlakukan denda apabila keluar rumah tidak menggunakan masker. Sayangnya masker yang digunakan jenis maker bedah. Lantas, apakah penggunaan masker efektif untuk mencegah virus Corona agar tidak menular?

(New Indian Expres)

Di lingkungan kantor, bahkan di jalan raya, semakin banyak ditemui orang menggunakan masker wajah. Tidak hanya untuk menghindari polusi, tapi juga untuk menangkal penyebaran virus Corona yang mungkin disebabkan karena hadirnya wisatawan asal Cina di Indonesia.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah masyarakat Indonesia sendiri, yang telah berpergian dari negara-negara yang telah terjangkit virus Corona. Terkait masker wajah yang digunakan, nyatanya masker tidak memberikan efek yang signifikan untuk mencegah penyebaran virus pernapasan.

Seorang profesor virologi molekuler Universitas Nottingham, Inggris, Jonathan Ball, juga mengatakan jika masker wajah terbukti efektif jika digunakan di rumah sakit. Tetapi ketika digunakan di sekeliling orang dalam jumlah banyak, tidak akan berpengaruh apa-apa.

Beberaoa orang menggunakan masker N95. (Inside Edition)

“Ada laporan jika penggunaan masker wajah di rumah sakit memang bisa melindungi pekerja medis. Namun, mereka menggunakan untuk jangkan pendek dan dilakukan secara profesional dan diganti secara berkala. Mereka juga menjaga kebersihan. Tetapi pada masyarakat luas mungkin tidak membantu sama sekali,” kata Jonathan Ball seperti dikutip dari The Huffington Post (28/01/20).

Penggunaan masker ternyata juga bisa menjadi ladang virus. Jika penggunaan masker tidak diganti serutin mungkin. Virus justru berpotensi terjebak dalam masker dan berpindah ke saluran pernapasan kita. Jenis masker yang disarankan juga bukanlah masker bedah, seperti yang banyak digunakan masyarakat pada umumnya tetapi masker berjenis N95.

NADIA SOEKARNO | THE HUFFINGTON POST

 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments