hero
Seorang guru disalah satu pondok pesantren di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat terekam Kamera CCTV diduga aniaya siswanya, Minggu 19 Januari 2020. (istimewa)

EDITOR : REZA PAHLEVI

25 Januari 2020, 10:15 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Dugaan kekerasaan yang dilakukan seorang guru terhadap muridnya kembali terjadi. Kali ini, dugaan kekerasaan terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Siswa berinisial Mdz (17 tahun) diduga dianiaya seorang guru pada Minggu 19 Januari 2020, sekitar pukul 17.00 wib. Peristiwa dugaan penganiayaan siswa tingkat akhir itu pun terekam kamera cctv.

Dalam rekaman kamera pengawas terlihat, Mdz yang saat itu tidak mengenakan baju, kedua telinganya dijewer beberapa kali oleh guru tersebut sambil didorong-dorong. Sementara beberapa orang yang berada di lokasi kejadian hanya melihat aksi sang guru, hingga akhirnya siswa itu meninggalkan lokasi kejadian.

Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, Deddy gunadi (42 Tahun) Warga Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melaporkan guru tersebut ke Polres Cimahi.

"Telinga anak saya mengalami luka-luka pada bagian kiri kanan karena ditarik-tarik, kemudian saya inisiatif membawanya ke rumah sakit," ujar Deddy saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat 24 Januari 2020.

Tak hanya itu, Deddy mangungkapkan, anaknya saat pulang ke rumah menceritakan mendapat tindakan penganiayaan yang lain dengan cara ditampar hingga dilempar satu pack id card oleh guru tersebut.

Ia menambahkan, adanya dugaan tindakan penganiyaan tersebut karena anaknya berbuat kesalahan di pondok pesantren. Tetapi sebelum kejadian ini, anaknya sudah mendapatkan hukuman sesuai aturan di pesantren. "Kepala anak saya sudah dibotakin setiap bulan sampai dia lulus. Lalu dia juga sudah menerima hukuman yang lainnnya seperti push up sesuai SOP (standar operasional prosedur)," katanya.

Deddy mengaku kesalahan anaknya hanya kenakalan remaja di pondok pesantren. "Menurut saya tindakan ini seperti penyiksaan, tidak seperti hukuman sesuai SOP biasanya. Makanya saya lapor polisi biar secara hukumnya bagaimana," ucap deddy.

Usai mendapat laporan dari pihak keluarga, Pihak Polres langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Termasuk meminta keterangan 3 orang siswa rekan korban sebagai saksi. "Kami juga sudah datang ke lokasi untuk melakukan olah tkp (tempat kejadian perkara)," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Hingga kini, Polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut, termasuk menggali motif oknum guru yang diduga melakukan penganiayaan.  

JIMMY MARTINO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments