hero
Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso. (NET/Andri)

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Januari 2020, 15:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso tengah merawat satu pasien terduga terjangkit virus corona. Pasien kini ditempatkan di ruang isolasi khusus.

Dokter Pompini Agustina Spesialis paru RS Sulianti Saroso yang menangani pasien tersebut mengatakan, pasien yang sudah dirawat dua hari itu mengalami gejala yang mirip dengan seseorang yang terjangkit virus corona, yakni demam, batuk, dan sesak napas.

Ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. (NET/Andri)

"Sudah masuk ruang isolasi dan saat ini sedang uji laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut apa pasien benar-benar terkena corona virus atau tidak," Ujarnya menjawab pertanyaan media di RSPI Suliani Saroso, Jakarta Utara, Jumat (24/1/2020).

RSPI Sulianti Saroso telah melakukan uji laboratorium di Litbangkes dan hasilnya akan keluar sekitar 2 sampai 3 hari. Dia mengatakan pasien berkebangsaan Indonesia tesebut memiliki riwayat perjalanan dari China.

Ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso Jakarta Utara. (NET/Andri)

"Kami masih menunggu hasil," Agustina menandaskan.

Coronavirus atau virus Corona termasuk keluarga besar virus yang diketahui juga menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Suasana ruang tunggu di RSPI Sulianti Saroso. (NET/Andri)

Novel coronavirus (CoV) belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus pada dasarnya dari binatang pindah ke manusia, dan 80 persen penyakit baru berasal dari zoonosis.

(BACA JUGA: Waspada Teror Wabah Virus Corona)

Tanda-tanda orang terjangkut virus ini seperti gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas.

Virus ini awalnya ditemukan di Kota Wuhan, China, pada Desember 2019 dan saat ini telah menyebar ke sejumlah negara tujuan turis asal China, seperti Thailand, Taiwan, AS, Korsel, dan Jepang. Virus corona strain baru ini belum ditemukan vaksinnya.

ANDRI PRASETYO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments