hero
Riska (27) warga warga Kampung Mekarsari RT 005/002, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggendong buah hatinya usai persalinan. (NET/Mugie)

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Januari 2020, 18:00 WIB

KABUPATEN CIANJUR, INDONESIA

Kehadiran seorang anak tentu menjadi impian tiap pasangan suami istri. Berbagai usaha dan persiapan akan diupayakan untuk menjaga buah hatinya.

Baru-baru ini kisah pasangan Yanto (30) dan Riska (27) warga Kampung Mekarsari RT 005/002, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bisa menjadi contoh perjuangan orang tua dalam merawat buah hatinya.

Riska (27) warga Kampung Mekarsari RT 005/002, Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggendong buah hatinya usai persalinan. (NET/Mugie)

Bagaimana tidak, pasangan muda itu sudah mempersiapkan tabungan untuk biaya persalinan putra pertama mereka. Namun, tabungan ini berupa uang koin yang dikumpulkan setiap harinya hasil jerih payah Yanto bekerja sebagai pelayan toko plastik dengan gaji Rp900 ribu per bulan.

Dengan gaji itu, dihitung-hitung hanya seharinya Yanto hanya digaji Rp30 ribu per harinya. Menyadari hal tersebut, pasutri itu memutuskan menabung setiap hari dari sisa uang belanja harian mereka.

Uang koin yang digunakan untuk membayar persalinan di Puskesma CIlaku, Cianjur, Jawa Barat. (NET/Mugie)

Viralnya berita ini berawal saat Riska melahirkan di Puskesmas Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (10/1/2020). Untuk biaya persalinan, Puskesmas mematok biaya Rp1.450 juta. Yanto kemudian menyerahkan seluruh gajinya kepada puskesmas.

Tidak lama, Yanto kembali ke rumah untuk mengambil tabungan koin itu. Tanpa pikir panjang, ia bergegas ke puskesmas untuk melunasi biaya persalinan dan menyerahkan satu bungkus plastik kepingan uang koin.

Ruang persalinan Puskesmas Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (NET/Mugie)

Uang koin tersebut awalnya akan ditukarkan terlebih dahulu sebelum dibayarkan ke puskemas. Namun, karena kondisi tidak memungkinkan saat itu, akhirnya uang tersebut dibawa ke puskesmas.

"Pas mau bayar ada perasaan takut gak diterima uang koinnya. Alhamdulillah uangnya diterima," ujar Riska kepada NET.Z, Jumat (24/1/2020).

Uang koin yang digunakan untuk membayar persalinan. (NET/Mugie)

Pada hari yang sama, Kepala Puskesmas Cilaku Yudiansyah Sutawijaya melihat kresek berisi uang koin di atas meja kasir dan menanyakan perihal itu kepada pegawainya.

Ia mengaku kaget saat pegawainya bercerita uang koin tersebut adalah biaya persalinan yang dibayar oleh pasangan Riska dan Yanto.

Kepala Puskesmas Cilaku Yudiansyah Sutawijaya menyerahkan kembali uang koin yang digunakan Yanto dan Riska untuk membayar persalinan. (NET/Mugie)

Yudi pun kemudian memutuskan memanggil Yanto dan Riska yang sudah pulang dari puskesmas. Pasangan suami istri tersebut kemudian datang kembali ke puskesmas pada Senin (12/1).

"Benar, dua hari kemudian kami dipanggil lagi sama puskesmas untuk menjelaskan koin itu," lanjut Riska.

Kepada Yudi, Riska dan Yanti bercerita akan membayar biaya persalinan utuh dan tidak minta dibebaskan kendati perekonomian mereka kurang.

(BACA JUGA: Nestapa Khalif dan Solidaritas Ojek Daring)

Tak dinyana, Yudi pun memutuskan untuk mengembalikan uang koin senilai Rp500 ribu pada Riska dan Yanto. Belakangan, Yudi juga menyambangi rumah Yanto dan Riska untuk menyerahkan uang Rp1 juta yang sempat dibayarkan untuk biaya persalinan.

Selain itu, pihak puskesmas juga telah memasukkan pasangan suami istri Yanto dan Riska ke program Jampersal (Jaminan Persalinan). Mereka berdua juga sedang diusulkan untuk menjadi peserta BPJS yang dibiayai oleh pemerintah.

MUGIE SATRIA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments