hero
Para penumpang memakai masker terlihat di ruang tunggu untuk kereta menuju Wuhan di Stasiun Kereta Api Beijing Barat, menjelang Tahun Baru Imlek di Beijing, China, Senin (20/1/2020). ANTARA FOTO/REUTE

EDITOR : OCTOBRYAN

23 Januari 2020, 17:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Seorang karyawan perusahaan telekomunikasi Huawei dikabarkan terpapar virus nCoV atau virus corona. Pekerja tersebut kini dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan.

"Seorang karyawan dari Cina yang mengunjungi kantor kami di Jakarta mengalami demam. Kami dengan tanggap mengantarkan karyawan tersebut ke rumah sakit," demikian bunyi keterangan pers PT Huawei Tech Investment yang diterima NET.Z, Kamis, (23/1/2020).

Seorang wanita menggunakan masker saat melewati papan pengumumam karantina mengenai kejadian luar biasa koronavirus di Wuhan, China di terminal kedatangan bandara Haneda, di Tokyo, Jepang, Senin (20/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/ama/djo

Dalam rilis tersebut dijelaskan bahwa pihak perusahaan belum mendapat kepastian hasil pemeriksaan medis terhadap karyawannya tersebut. 

"Kami belum dapat menyatakan apakah karyawan tersebut terjangkit virus corona atau tidak hingga kami menerima konfirmasi dari pihak rumah sakit selaku otoritas dalam bidang kesehatan," lanjut isi keterangan pers itu.

Anak-anak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona baru di Stasiun Kereta Cepat Hong Kong West Kowloon di Hong Kong, China, Kamis (23/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/wsj/cfo

Meski belum ada konfirmasi soal kepastian penyakit yang diidap karyawannya, perusahaan yang berkantor di gedung Menara BRI II, Jakarta Pusat ini tetap melakukan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan membagikan masker kepada tiap karyawannya.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur serta bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan di lingkungan kerja kami," tutupnya.

Seorang staf menggunakan masker saat mengamati pemindai panas yang mendeteksi suhu tubuh penumpang di pemeriksaan keamanan Stasiun Kereta Hankou di Wuhan, provinsi Hubei, China, Selasa (21/1/2020). ANTARA FOTO/China Daily via REUTERS/hp/djo

Coronavirus atau virus corona termasuk keluarga besar virus yang diketahui juga menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Novel coronavirus (CoV) belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus pada dasarnya dari binatang pindah ke manusia, dan 80 persen penyakit baru berasal dari zoonosis.

(BACA JUGA: Waspada Teror Wabah Virus Corona)

Tanda-tanda orang terjangkut virus ini seperti gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas.

Virus ini awalnya ditemukan di Kota Wuhan, China, pada Desember 2019 dan saat ini telah menyebar ke sejumlah negara tujuan turis asal China, seperti Thailand, Taiwan, AS, Korsel, dan Jepang. Virus corona strain baru ini belum ditemukan vaksinnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments